Backpackeran ke Brunei, kamu yakin?

Backpackeran ke Brunei pernah jadi bucket list lalu dibuang begitu saja. Negara yang niat-gak-niat untuk didatengin. Kenapa? Karena Brunei adalah negara kaya yang seluruh penduduknya memiliki mobil sebagai alat transportasi. Jadi untuk turis, apalagi backpacker (yang gak bisa afford taksi) akan susah sekali berkeliling di Brunei. Bis di brunei hanya supir dan tuhan saja yang tahu kapan mereka akan lewat.

I also dont consider this country as backpacker-friendly, since only a few hostel available. Harganya pun setara dengan hotel bintang 2/3 di Solo. Intinya sih, karena aku kere aja jadinya buang negara ini dari bucket list. Lucunya, polemik kehidupan emang suka muncul, pas udah nggak memikirkan untuk mengunjungi negara ini eh tiba tiba bosen datang.

Nah gawat kan kalau udah bosen. Gue jadi planing how to get there, mulai dari bis, ferry, speedboat dan ngeteng sana sini. Nah kalau udah plan gini, udah makin gatel kalau nggak berangkat. Jadi? cus lah

Gue berangkat bareng Indri, temen wanita seperjuangan. Menuju bandar Beaufort dan menuju terminal yang dekat dengan masjid. Walaupun terminal, tapi ini bukan seperti terminal bis kebanyakan di Indonesia. Lebih mirip kayak tempat parkir mobil van sih. Nah ongkos menuju Menumbok adalah RM 12. Sekitar 1 jam an kami sudah sampai di Pelabuhan Menumbok. Langsung menuju counter ferry, dan yang nyebelin disini adalah tarif ferry untuk warga lokal dan mancanegara dibedain. Ya ampun udah kayak mau masuk tempat wisata aja. Tarif warga lokal RM 2, sedangkan kami RM 5.

untuk jadwal pelayaran ferry Menumbok – Labuan itu bervariatif sekali, gue susaah banget nemuin jadwal yang pas. Nyari di gugel juga banyak yang nggak update. So, I hope it will help ya

jadwal ferry menumbok

WhatsApp Image 2017-03-23 at 15.25.37 (1)

Jadwal Speedboat

jadwal ferry labuan

Nah ini Jadwal Bis dari Pelabuhan Menumbok yang bisa kamu beli di Labuan

 

Kalau kalian nemu dari sumber lain dan pada kenyataannya nggak ada jadwalnya, berarti itu speedboat! cari ke counter speedboat. Mereka memiliki gedung yang berbeda antara ferry dan speedboat. Jangan cuma bengong bengong meratapi nasib merasa dibohongi seperti kami ya.

Nah kami akhirnya naik speedboat dari Labuan ke Muara (Pelabuhan di Brunei). Perjalanan sekitar 2 jam, tips untuk yang mabok laut mending duduknya diatas biar gak begitu berasa goncangannya, minum antimo lalu tidur selama perjalanan.

Sesampainya di Muara langsung disambut oleh Imigrasi Brunei. Hanya terdiri dari dua counter, mungkin karena emang sepi terus ya yg lewat jalur laut? Toh masuknya juga terjadwal, jadi nggak bakal kepenuhan gitu. Nah disinilah deg-degan dimulai. Walaupun negara ini kecil, tapi Brunei termasuk negara kaya yang apa-apa mahal. Jadi, gue sempet khawatir bakal diperiksa bawa duit berapa, padahal saat itu gue dan Indri sama sekali nggak punya mata uang Brunei.

Eh siaul bener aja, kami nggak langsung bisa dapet free visa 30 hari, tapi ditanyain dulu mau tinggal berapa lama, dimana, dan bawa uang berapa. Waduh, ketauan backpacker-an gembel nih. Temen gue ngarang aja jawab 30 ringgit brunei, padahal cuma 30 ringgit Malaysia yang kalau dikonversikan tuh beda jauh 🙁 untung aja dia nggak disuruh nunjukkin uangnya. Sedangkan gue untungnya membawa usd persiapan buat traveling ke Indochina dan jutaan rupiah hasil dari temen2 yang nitip-_- . Alhamdulillah ya guys ada manfaatnya nih bawa cash rupiah buat bikin orang imigrasi diem dan membebaskan gue dan Indri masuk dengan leluasa.

Where to go in Brunei?

  • Gadong Night Market

IMG_20170220_201822

Walaupun bandar adalah pusat kota dan semua orang kebanyakan bekerja disana, tp warga lokal lebih sering menghabiskan waktunya sedikit melipir dari Kota. Salah satunya adalah Gadong Night Market ini, disini kamu bisa makan malam dengan harga yang terbilang murah meriah.

Pasar malam yang satu ini buka dari jam 4 sore – 10 malam. Kebanyakan isinya jualan makanan, minuman dan buah-buahan. Bangunannya juga bagus, ada atapnya, jadi tetap akan menyenangkan kesini pas cuaca hujan. Nah kalau pagi sampai siang, di daerah sini itu jual ikan, jadi kamu masih bisa mencium bau amis ikan kalo ngelewatin toko nya.

Selain Gadong Night Market, kamu juga bisa nyobain melipir ke Kiluap. Daerah yang dijadikan pilihan kongkow para remaja Brunei.

  • Foto dengan background jembatan yang baru jadi (LOL)

backpackeran ke Brunei

Gue lupa apa nama jembatan ini, tapi ini belum jadi aja udah wah gitu soalnya ada lampunya nyala-nyala WKWK. Arsiteknya juga sama kayak jembatan yang ada di Thailand yang gue juga lupa namanya HEHE. Nah kalau tempat yang dijadikan spot ambil foto ini juga gue lupa namanya 🙁 YAAMPUN MAAP. Tempatnya nggak di bandar deh yang jelas, ada restorannya, ada warung jajannya dan sepi sepi asoy gitu.

  • Bukit Shahbandar

IMG_20170220_203444

Sepenangkepan gue sih letaknya ini ada di Tasek Lama Recreational Park hehe. Sayangnya, gue nggak punya waktu banyak untuk bisa explore taman ini. Padahal kalo gue google sih, tempatnya bagus untuk dikunjungi. Jadi disini bisa untuk trekking, lalu ada air terjunnya juga. Disini juga bisa milih mau trekking yang ala-ala aja cuma 1 jam, atau bisa camping sekalian dengan trek yang lebih jauh. Kalau kalian cuma punya waktu singkat doang kayak gue, mending datang ke sana nya pas malem. Bukan, bukan ke taman rekreasinya, tapi cukup di depannya aja. At least, kalian bisa foto dengan view kota Brunei dari sini 🙂

  • Mercu Dirgahayu 60

Instalasi ini awalnya gue kira adalah harpa, nyatanya ini adalah angka 60 dalam tulisan Arab. Mercu dirgahayu ini dihadiahi untuk Sultan di Brunei dalam perayaannya yang ke -60. Tapi yang saya lupa adalah, saya kurang jelas itu ulang tahunnya atau lama nya beliau memimpin. hehe. Lumayan untuk spot foto pas lagi backpackeran di Brunei

  • Masjid Omar Ali Saifuddien

IMG_20170221_075420

Ini sih udah pasti jadi must visit kalau ke Brunei, karena ya masa sih ke Brunei nggak mengunjungi masjidnya yang cantik-cantik? Nah Masjid Omar Ali ini juga dikenal dengan Marble Mosque, karena memang dominan banget pake marble untuk bahan bangunan masjid ini. Tenang aja masjid ini juga dibuka untuk wisata kok, tapi ada jam-jam nya, yang jelas sih jangan datang berwisata ke sini pas waktunya sholat ya. Untuk yang tidak berkerudung juga nanti akan disediakan baju kurung.

Penginapan Murah

Setelah kemarin mencari hilir mudik gue hanya menemukan empat penginapan yang masih yaaa oke lah dibilang hostel. Harganya kayak nginep di hotel berbintang di Solo. cry.

  • Pusat Belia Youth Hostel

Untuk yang satu ini lebih kayak wisama pemerintah kali ya? karena memang tidak se-komersial hostel kebanyakan, hm keliatannya aja sih HAHAHA. Lagipula, memang ini yang punya juga pemerintah sih. Hostel ini lah yang paling murah, hanya 10 Ringgit Brunei/malam

  • Jubilee

Kata salah satu member BD sih disini lumayan murah 15 ringgit brunei/malam. Tapi pas gue tanya harganya berubah jadi 85 ringgit/malam. GILE LO. Anehnya juga, tulisannya tuh hotel ngga pake s. Usut punya usut setelah nanya sama salah satu resepsionis di hotel lain, katanya sih dia emang punya dua versi, versi hotel yang mahal dan versi dorm a.k.a hostel

  • DUH GUE LUPA, WISMA something

Letaknya nggak jauh dari jubilee, deretan ruko-ruko yang menuju ke Masjid Omar Ali. Harga kamarnya per malam sebesar 20ringgit/malam, yang private room 40ringgit/malam. Maapin banget gils info nya nggak membantu HAHAHA

  • LUPA JUGA, sunshine something kali ya?

Nah ini akhirnya menjadi pilihan gue untuk menginap bersama temen gue. Kamar yang gue pilih adalah private room untuk berdua seharga 30 ringgit/malam/kamar. Untuk yang single harganya 15 ringgit/malam, jadi ya sama aja kan? Jadilah gue pilih yang itu, dibanding pisah sama Indri WKWK. Tempat yang ini lebih keliatan banget hostel untuk backpackernya dibanding yang lain, karena didepannya ada hiasan bendera bendera dari beberapa negara. Gue mah gitu anaknya, multi culture banget. lol apaansi.

 

Waktu Terbaik Mengunjungi Brunei

Buat kamu yang udah berencana backpackeran ke Brunei, pastikan kamu tidak melewatkan hal hal penting seperti selfie bareng perdana mentri! haha iya jadi di waktu-waktu tertentu seperti maulid nabi, lebaran idul fitri, dan hari ulang tahun Brunei, sang perdana mentri bikin open house, kalian bisa salaman langsung dan foto foto bareng.

Jadi buat kamu yang ingin backpackeran ke Brunei nggak perlu ragu, hantem aja. Emang, negara ini nggak backpacker friendly yet I recommend you to visit this country at least once.

2 Comments

  1. Claudia Novreica May 9, 2017
  2. Cicajoli June 11, 2017

Leave a Reply