Bus Antar Negara Vietnam – Cambodia – Bangkok

Selama tinggal di tanah Jawa gue udah beberapa kali nyobain bus antar kota, antar provinsi. Mulai dari bus besar nyaman ala pariwisata sampai bus mini. Gimana kalau bus antar negara?

ha? emang ada?

Yup, untuk negara – negara yang berada di satu pulau mereka punya bus antar negara. Gils keren ya, mau jadi supir syaratnya aja harus punya paspor. Sebelum gue list deretan bus antar negara di ASEAN yang terbaik versi gue, mari kuy membaca bahwa…

ini merupakan perjalanan keliling Negara Asean yang tak terlupakan.

Pengalaman Naik Bus Vietnam – Cambodia

Jangan terburu-buru untuk membeli tiket selanjutnya di pool bus. Karena banyak travel agent yang hanya melayani rute tertentu, sisanya mereka akan oper ke perusahaan lain. Istilahnya sisa nya mah reseller aja. Coba cek juga biasanya hostel tempat kalian tinggal akan menyediakan jasa pembelian tiket bis yang PLUS nya adalah dijemput langsung ke hostel. Jadi ga perlu repot lagi untuk mikirin transportasi ke pool nya.

Jalur darat ini gue mulai dari Ho Chi Minh City – Phnom Penh, dengan bus dari The Sinh Tourist seharga 345.000 VND atau sekitar Rp 3210.000 selama 6 jam.

Netizen harus paham betul suka duka melakukan cross border via darat. harus paham gengsss, gue dulu pernah cross border waktu di singapore mau ke Malaysia via Johor Bahru, nyatanya gue agak kapok disana, tapi gue sebagai traveller yang baik hati, gue memberikan kesempatan kedua untuk cross border di vietnam, nyatanya SAMA AJA! ya Allah, cukup sekali. Tapi kalian yang belum pernah cobain deh cobain! Reseup.

Bus Malam Phnom Penh – Siem Reap

Perjalanan darat berikutnya gue lanjutkan menuju Siem Reap demi melihat langsung Angkor Wat yang diagung-agungkan oleh kebanyakan umat manusia.

Kali ini gue menggunakan sleeper bus, berhubung masih di negara yang sama, gue tidak perlu khawatir lewatin imigrasi darat lagi, dan memilih melakukan perjalanan malam.

bus vietanam cambodia

Ini adalah pengalaman pertama gue menggunakan sleeper bus. Dilihat dari luar, bus ini sama aja dengan bus pada umumnya. Hanya saja interior di dalam bus nya berisi kasur dengan jenis bunk bed yang disusun sedemikian rupa.

Gue pribadi merasa puas dan senang menggunakan sleeper bus, ukurannya pas untuk orang Asia. Kalau dilihat dari ocehan dan gelak tawa para bule Eropa sih sepertinya tempat tidur ini kekecilan buat mereka.

Sleeper bus ini gue pilih yang paling murah aja deh pokoknya! Beli nya langsung saat gue tiba di phnom Penh menggunakan The Sinh Tourist. Gue pikir, karena tadi nya pakai The Sinh Tourist, maka sleeper bus ini juga dioperasikan oleh The Sinh Tourist. Nyatanya tidak bung.

Jadi lah gue gatau dioperasikan oleh siapa, tulisannya sudah tidak dikenali, sepertinya bus lokal saja. Pelayanannya memang tidak senyaman Operator bus sebelumnya namun okay lah.

Perjalanan Drama Bus Cambodia – Bangkok

Setelah puas berwisata dan explore Phonm Penh dengan segala drama nya, gue kembali melanjutkan perjalan menuju Bangkok. Gue pilih bis keberangkatan pagi dengan harapan akan tiba sebelum gelap di Bangkok. Dilanjutkan dengan wisata night market di Chatucak sampai puas lalu cus ke Bandara untuk bermalam.

Namun, lagi-lagi rencana hanya lah rencana. Realita kadang memang pahit. Tapi ingat, pahit pun masih bisa dinikmati.

Ha ha.

Perjalanan Cambodia – Bangkok tidak semulus yang diharapkan, cross border menjadi salah satu faktor yang ingin gue sumpah serapahi. Antrian yang tidak jelas, petunjuk yang tidak informatif. Gerilya para turis yang hampir saja kena scam lalu tentu saja acara tunggu – menunggu sesama penumpang bus saat proses imigrasi.

Pada akhirnya gue tiba di bangkok jam 9 malam. Iya, JAM 9 MALAM. Itu mah anak kost aja udah dikunciin di luar.

Ditambah badan yang udah remuk dan mood yang luntur, gue memilih langsung menuju bandara. Tanya-tanya orang sekitar untuk naik metro (kereta di Bangkok) dan ujungnya adalah tersesat di tengah jalan. Bermodalkan body language akhirnya ketemu sama bus yang menuju langsung ke bandara.

Ya ampun, remuk badan ku. Selamat malam, Bangkok.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.