Jadi Ini Rasanya Naik Business Class Garuda Indonesia

Setelah bahagia jumpalitan achieve goal menjadi penumpang Garuda Indonesia, sekarang gue bahagia gelindingan karena bisa punya kesempatan menjadi penumpang business class.

Rute yang gue pilih untuk penerbangan kelas bisnis pertama gue adalah Jakarta – Banjarmasin. Lumayan berasa kenyamanannya karena penerbangannya memakan waktu 2 jam.

Gue pribadi menyarankan menggunakan penerbangan kelas bisnis hanya jika melakukan penerbangan diatas 4 jam. Dibawah itu hukumnya jadi “nggak perlu lah kecuali dibayarin, biar gak mubazir” hehe.

Kemudahan dirasakan mulai dari check-in penerbangan. Para penumpang business class memiliki antrian khusus yang tentunya memiliki jumlah antrian lebih pendek/sedikit. Tentu saja, kelas bisnis yang disediakan di maskapai Garuda Indonesia yang gue gunakan hanya berkapasitas 8 orang.

Selain itu, jalur untuk pemeriksaan x-ray pun khusus masuk jalur prioritas. Semua proses untuk boarding jadi terasa lebih cepat. Datang ke Bandara terlalu awal? tenang, para penumpang bisnis dipersilahkan untuk menunggu sambil menikmati makanan gratis di lounge Garuda Indonesia.

Ohiya, saat panggilan untuk boarding ke dalam pesawat sudah diumumkan, tidak perlu panik dan terburu-buru. Tentu saja, ada jalur prioritas untuk para penumpang kelas bisnis.

Begitu sampai di dalam kabin pesawat, pramugari langsung menghampiri dan menawarkan segelas minuman. Gue pilih es jeruk. Senang juga ya bisa dapat welcome drink hehe.

Sempat bingung sih nanti bagaimana nasib nya saat mau take off, sedangkan gelas minuman masih ada di samping kursi kami. Ternyata ya tidak apa-apa juga.

Nah lanjut saat sudah take off, ini dia yang ditunggu-tunggu, sajian makanan kelas bisnis Garuda Indonesia. Tentu saja rakyat ekonomi penasaran dengan perbedaan yang dirasakan.

Hal utama yang paling bisa disadari adalah pilihan alat makan yang digunakan. Goodbye tempat makan plastik dan kertas, welcome piring melanin dan gelas kaca.

pengalaman bisnis class garuda

Setelah kenyang dengan hidangan makanan kelas bisnis Garuda Indonesia, sang pramugari menawarkan tambahan minum dan cemilan kacang. Nonton film jadi lebih seru dengan cemilan hehe.

Gue gak tau ini fakta atau bukan, tapi yang jelas gue memiliki akses ke lebih banyak pilihan film dibandingkan saat menggunakan kelas ekonomi. Jadi, bisa jadi memang kelas bisnis memiliki akses lebih cepat ke film-film terbaru.

Kontra nya menjadi penumpang bisnis adalah layanan entertainment harus sudah dimatikan dan dimasukkan kembali ke lipatan samping kursi saat mau landing. Sedangkan kalau di kelas ekonomi masih bisa melanjutkan menonton film hingga benar-benar mendarat dan sampai di garbarata.

Rasanya ingin mengulang pengalaman business class Garuda Indonesia. Semoga dilain waktu bisa merasakan kelas bisnis dengan rute penerbangan ke luar negeri (lebih dari 4jam). Aamiin.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.