Drama Imigrasi itu Nyata

Masih ingat dengan post gue tentang visa Malaysia? Iya, akhirnya gue bisa masuk dengan selamat di negara Malaysia.

Tiba di Bandara Kota Kinabalu pas jam-jam teler, 00.45. Setelah melewati imigrasi, langsung cus aja cari tempat makan, terlalu malam untuk dinner, terlalu pagi untuk breakfast, jadi ini adalah sahur gengs 🙁

Sebagai manusia yang bercita-cita akan memperpanjang paspor karena penuh bukan karena habis masa berlaku, gue seneng banget ngeliatin cap di paspor. Dipandang berkali-kali walaupun isinya ya nggak bakal nambah, gitu-gitu aja, yang ada malah makin lecek. Saat gue lagi asik memperhatikan cap di paspor, saat itu juga gue merasa ada yang aneh. Gue langsung membandingkan isi cap gue dengan orang terdekat, gue perhatiin baik-baik, dan saat itu gue sadar dunia gue lagi ber-jugijagijug.

Imigrasi Malaysia tadi hanya memberikan cap izin tinggal 30 hari saja, padahal sudah jelas ada visa 90 hari terpampang nyata disana! geram. Setelah kejadian tersebut, jelas aja gue langsung nyari temen sepernasib-an (periksain satu-satu paspor temen yang lain) dan alhasil mayoritas dari kami di cap hanya 30 hari, dan nggak ada yang nyadar.

Semua judgment, praduga, dan gosip mulai bertebaran di meja makan kami. Kami bergunjing dengan apa yang telah terjadi, dan mengapa mayoritas mendapat stamp 30 hari. Ini imigrasi udah teler apa gimana sih 🙁 itu visa mahal loh pak, mahal. Apalagi langsung ada yang bilang kalau kami mau gak mau harus memperpanjang visa disini dengan membayar 100 RM. Waduh! Langsung deh muncul kata-kata ‘tau gini’

Tau gini gue nggak usah apply visa di Jakarta, gue langsung perpanjang aja di sabah 100 RM, lebih murah cuy. Tau gini, nggak usah apply visa, gue visa run aja ke Brunei. Tau gini, gue jadiin aja short trip gue ke Philipine senilai 1,5juta rupiah selama 3 hari dibanding ribet apply visa dan harus bayar bayar lagi. Toh lebihnya juga cuma 15 hari gengs. wkwkkw.

Tapi yasudah apa mau dikata yes? setelah gue tanya di grup BD di FB, ternyata emang peraturan imigrasi di Malaysia bisa berbeda beda tergantung negara bagiannya. Sabah merupakan negara bagian yang tidak sama dengan Semenanjung (Kuala lumpur,johor bahru, dll) Sementara visa Malaysia gue ‘katanya’ hanya berlaku di Semenanjung. Padahal mah kalo pake logika, gue kan apply visa Malaysia bukan Visa Semenanjung. Bay banget ah.

Untungnya kami bertemu dan dibantu oleh salah satu staff KJRI yang baik hati dan juga Pihak SIKK (Sekolah Indonesia Kota Kinabalu). Mereka membantu kami untuk mendapatkan hak visa kami sebagaimana mestinya. Nah kalau kalian mengalami hal yang sama seperti gue bilangnya mau minta ‘baki kelayakan’ ya bukan mau memperpanjang visa. Kalau memperpanjang itu kalian akan mendapatkan special pass visa dan dikenakan charge sebesar 100 RM dan memiliki izin tinggal 30 hari.

Andaikata gue belum punya tiket pesawat balik mungkin gue akan stay lebih lama di Malaysia, secara gue mengajukan baki kelayakan disaat sudah hari ke-20 dan setelah gue mendapatkannya gue dapet 90 hari izin tinggal dari tanggal gue minta baki kelayakan. Wah makin panjang aja kan gue bisa tinggal di Malaysia? mantap jiwa.

 

WhatsApp Image 2017-03-09 at 17.17.09

Proses untuk mendapatkan baki kelayakan ini pun cukup mudah. Kalian harus mengisi form yang telah disediakan, sorry banget gue lupa tipe form nya 🙁 tapi kalau kalian kesana nanti ada yang bantu kok guys wkwk. Setelah itu, kalian beli materai, nah di tempat imigrasi ini juga ada pos malaysia yang menyediakan materai, harganya 10 RM. Mahal banget ya dibanding materai di Indonesia yang hanya Rp 6.000. Terus yaudah tinggal ngantri aja di CS nya, inget ya, minta baki kelayakan. Kalau kalian dateng di pagi hari, baki kelayakan kalian akan selesai di hari itu juga. Nah karena gue waktu itu datengnya udah menjelang sore, jadi baru selesai esoknya.

Jadi hikmahnya guys, periksa cap paspor kalian sebelum meninggalkan imigrasi! biar nggak perlu repot dikemudian hari. Thank you for reading my blog post, see ya on the next post/trip. Happy travelling!

One Response

  1. atiqahazlie March 17, 2017

Leave a Reply