Eksplorasi Istanbul dalam 4 Hari 3 Malam

Disclaimer : Trip ini dilakukan pada Januari 2014. Penulis kehilangan foto saat perjalanan, hanya tersisa buku catatan. Semoga dengan adanya tulisan ini, penulis bisa mengenang kembali masa-masa traveling di Turki.

Pertama kalinya gue ke luar benua dengan salah satu maskapai terbaik di dunia, Qatar Airways. Selain karena harganya lagi promo, gue milih maskapai ini supaya transit dulu di Doha hehehe. Walaupun cuma jalan-jalan di bandara setidaknya, gue pernah merasakan menginjakkan kaki di tanah Doha dan menghirup udaranya ya –pas turun dari pesawat menuju bandara.

Perjalanan Jakarta – Istanbul butuh waktu 14 jam, ditambah 2 jam transit di Doha jadi total 16 jam Perjalanan. Serunya gue naik saat malam hari, jadi pas banget tuh isinya tidur terus selama di pesawat. Bangun-bangun udah jam 11 siang waktu Turki, iya Turki lebih lama 5 jam dibanding Jakarta.

Untungnya udah ada Yusra yang menjemput gue di Bandara Attaturk, Istanbul. Andai gaada dia pasti gue udah celingak-celinguk kayak orang hilang. Hal terbodoh yang gue lakukan pertama adalah, sok-sok an nggak pake jaket tebel, gue cuma pake tanktop yang dibalut baju rajut lengan panjang dan celana jeans.

Tangan dan leher gue kena terpaan angin, gue liat cuaca cerah banget, gue rasa gak akan kedingianna ya. Nyatanya, waktu gue buka path–jamannya ngeupdate location di path– gue udah kaku banget buat nge-touch HP, tangan gue kaku dan merah, gue liat suhu derajat di home path. 0 derajat Celcius. Muke gile. Jangan pernah berlagak bodoh sok kuat.

Hari pertama gue di Istanbul gak kemana-mana, sampai di rumah hostfam gue cuma gelandang glundung. Minta mineral water yang gue kira alkohol, karena bersoda dan jadinya gak diminum. Later on I found out itu the real mineral water, harusnya minta pure water atau ya “water” aja. Yaampun merasa bodoh bersalah banget.

Makan malam bersama tanpa nasi dengan menghabiskan 3 ikan utuh. What a wonderful world.

DAY 2 – Panorama, Hagia Sophia dan Sultan Ahmed (Blue Mosque)

Panorama adalah museum dengan bentuk dome yang menceritakan gimana Sultan Mehmed Fatih ngerebut Istanbul dahulu kala. Kubah diatasnya digunakan sebagai lukisan yang menggambarkan peperangan jaman itu, gue berasa ada di peperangan tersebut dibantu dengan sound effect nya. Gue sendiri nggak tau berapa biaya masuk ke Panorama, karena Yusra yang ngomong ke petugasnya dan udah gratis gitu aja.

cara mendapatkan tiket pesawat murah

Dilanjut dengan tour masjid di Istanbul. Keluarga Yusra baik banget, tau gue belum punya kartu transportasi, emaknya minjemnin kartunya buat gue pake selama di Istanbul. What a wonderful world. Kali ini gue nggak mau sebodoh kemarin, jadi gue bawa jaket tebel gue dan kupluk kesayangan seharga 50rb.

Pertama mengunjungi blue mosque dulu, ternyata gue lewat pintu belakang, entah apa yang diomongin sama Yusra dan petugas sehingga kami berdua bisa masuk gratis…. waw. Disini gue bertemu dengan Alpay, pria asal Norway, awalnya gue kira dia ini adalah tour guide karena menjelaskan begitu panjang lebar tentang blue mosque. Nyatanya Alpay adalah pengguna couchsurfing yang lagi membantu para turis dari Mexico dan Korea.

Setelah puas mengelilingi Masji Sultan Ahmed, kami diajak kongkow dulu minum Kopi dan Teh khas Turki. Alpay mengajak kami untuk ke museum kota bawah tanah. Tiket masuknya 10 Lira, kali ini gue bayar karena Yusra nggak ikut ke dalam hahhaa. Gue tour ke kota bawah tanah ini bareng rombongan dari Korea.

Day 3 – Taksim Square, Para Palace, dan  Laut Bosphorus

Perkenalan gue dengan Alpay berlanjut, hari ini memutuskan untuk jalan-jalan bersama ke Para Palace, tentunya dengan Yusra juga. Gue akuin hotelnya keren banget dengan arsitektur Eropa jaman dulu, gosipnya ini hotel tempat Agatha Christy menginap dan syuting fim. Padahal, aku nggak tau siapa itu Agatha Christy

Setelah puas berkeliling, kita makan siang bareng di sebuah restoran khas Itali. Gue lupa nama daerahnya apa, tapi ini jalan yang dilaluin dengan tram merah itu loh hahaha. Netizen mungkin ada yang tau?

Perjalanan selanjutnya adalah ketemu dengan Ahmed, temennya Yusra yang sepantaran. Sedangkan Alpay udah pergi mengurusi kehidupannya. Nah kami bertiga menuju Instanbul Modern. Art space terkeren yang pernah gue kunjungi, museum seni ini luas banget dengan berbagai karya yang unik. Kala itu tiket masuknya seharga 9 lira. Untuk kalian yang suka dengan art, wajib banget datang kesini, gak akan nyesel.

Menjelang malam, kami menikmat tour kapal di selat Bosphorus sambil sedikit menceritakan tentang cerita di Palace tengah laut. Tour boat ini bisa kamu lakukan setiap hari, harganya 10 lira sekali jalan. Untuk menikmati malam yang dingin bersama teman, keluarga atau pasangan sih worth it banget. Apalagi yang mau romantis-romantisan kan?

Day 4 : Diantar ke Terminal Bis ala MIB

Entah mengapa gue merasa bapaknya Yusra ini keren banget, kayak bapak-bapak kantoran yang punya jabatan tinggi. Beliau diantar oleh supir yang mengenakan jas hitam, dan bawain koper yang biasanya hanya gue liat di film-film. Orang tua gue juga ngga ada yang kerja di kantoran, jadi gue merasa ini awesome banget. Berasa lagi main di film Men in Black. Maafkan ke-norak-an ku ya

Hari ini gue berangkat ke Izmir menggunakan Bis Pamukkale, diantar oleh Bapaknya Yusra beserta supir ber-jas nya itu. Harga tiket bis dari Istanbul menuju Izmir sekitar 60 lira. Tergantung bis mana yang kamu gunakan, nah kalau berdasarkan orang lokal di Turki sih bis Pamukkale ini yang service nya bagus dan harganya terjangkau.

Berhubung gue tinggal di Istanbul Europian side, jadi sewaktu menuju Izmir, bis yang gue gunakan nyebrang laur Bosphorus dulu menggunakan kapal. Wah seru banget deh. Kalau kalian berkesempatan nyebrang pake kapal, gue saranin untuk menuju deck kapal. Pemandangannya indah, lautnya bersih, udaranya segar dan kalian bisa ngasih makan burung dengan melemparkan roti. Serasa lagi nonton sirkus.

Leave a Reply