Tinggal di Gua Batu dan Naik Hot Air Balloon di Kapadokya

Gue melakukan trip 3 hari 2 malam di Goreme, Kapadokya. Menggunakan bis malam dari terminal di Izmir. Seinget gue harganya 50 TL. Bis tersebut membutuhkan waktu tempuh sekitar 6-8 jam if I’m not mistaken. Kalian bisa membeli tiket langsung di terminal bis. Sebenernya gue lupa tepatnya gimana, karena waktu disana gue ikutin feeling gue aja, tanpa liat atau tanya orang-orang. Hanya nanya nama terminal dan cari tahu rute bis yang menuju kesana.

Berhubung gue juga ke terminalnya malam hari, suasana udah agak sepi. Agak creepy sih, tapi pas udah sampai terminal semua jadi lebih tercerahkan. Saat itu banyak juga yang melakukan perjalanan malam, walau kebanyakan adalah warga Turki. Untungnya gue dan Jack bisa beli tiket last minutes dan dapat tempat duduk paling belakang.

Sayangnya, bis yang gue tumpangi tidak memiliki fasilitas kamar mandi. Jadi saat tengah malam gue ingin ke kamar mandi, gue terpaksa maju ke supir dan kenek nya untuk bilang kalau gue kebelet pipis. Gue lupa dan gak nyangka juga gimana kemampuan gue ngomong sama kedua warga Turki tersebut, semua mengalir begitu saja. Karena kebeletnya udah gak bisa ditahan. Akhirnya bis menepi di sebuah pom bensin, mungkin supirnya udah gak tega ngeliat muka gue yang pucet keringet dingin.

Nyatanya pas di pom bensin, banyak banget, literally banyak banget yang turun untuk kamar mandi. See? banyak juga yang kebelet tapi mager/malu bilang! Jangan ditahan gengs. Setelah berjam-jam di dalam bis yang nyaman, gue gak nyangka keluar bis bisa langsung bikin gue beku mendadak. Anginnya mak dingin banget, suasana diluar bikin gue makin pengen ngompol. Dingin banget sampai kaku. Gue sampai curiga ini bis salah rute bukan ke Goreme, Kapadokya tapi malah ke Antartika.

Sayangnya itu nggak terjadi.

Nah akhirnya sampai di Goreme, terminal nya hanyalah sebuah lapangan besar. First impression gue adalah ini tempat lapang dan sepi banget. Untuk turis yang belum merencanakan dia tinggal dimana pasti agak bingung mau kemana. Udah kayak luntang-lantung aja gitu.

Untungnya di dekat sana ada tourist information, sebuah ruangan 3×3 m yang cukup untuk bernaung. Biasanya para turis yang dijemput oleh pelayan hotel pun menunggu disana.

Penginapan Backpacker di Goreme

Gue tinggal disini selama 3 hari 2 malam. Waktu yang pas bagi gue untuk mengeksplor kota Kapadokya. Nama hostelnya adalah Nomad Cave Hostel. Disini terdapat berbagai tipe kamar, tapi yg jelas gue menghuni hostel nya dengan mixed dorm karena gue juga bareng Jack kan.

Hostel ini unik banget, gue serasa tinggal di dalam gua batu. Uniknya disini, kalau musim panas, hawa di dalam kamar akan lebih sejuk. Sedangkan saat musim dingin, hawa di dalam kamar akan menjadi hangat. Itu semua tanpa ac maupun heater, karena memang material nya yang ngebuat hawa tersebut. Mirip kali ya sistemnya kayak iglo.

Nginep disini juga udah termasuk breakfast ala Turki. Ada ruang tamu nya juga yang bebas untuk kita internetan, nonton tv, baca buku atau sekedar ngobrol bareng traveller lain. Hotel ini juga menyediakan berbagai trip yang bisa kamu ambil selama di Kapadokya. Overall, Nomad Cave Hostel sangat gue rekomendasiin untuk kalian yang ingin berkunjung.

Biaya Naik Hot Air Balloon di Kapadokya

Gue menggunakan jasa dari sebuah agen tour (yang sayangnya gue lupa namanya). Rata-rata semua paket di berbagai agen tour sama, hanya saja ada beberapa yang jauh sekali harganya. Tergantung kepopuleran si owner ballonnya. Juga tergantung dengan basket pada hot air balloonnya sih. Makin murah makin banyak isi di basketnya, jadi agak ditumpul-tumpuk. Padahal pengalaman sekian juta ini wajib banget dinikmati dengan khusyu’

Tarif yang gue bayarkan kurang lebih sekitar 130 euro. Iyup, disana kamu dikenakan tarif euro yang nantinya dikonversikan ke Turkish Lira. Pada jaman itu sih sekitar 1.6 juta sekali terbang.

Terbang dengan Hot Air Balloon

Pertama kami jalan kaki menuju tempat penjemputan. Sebenernya bisa saja dijemput di hotel, namun kami menolak karena kami lagi diem-diem biar nggak ketahuan sama pemilik hotel. Soalnya dia nawarin jasa hot air balloon terus kita tolak bilangnya kita gembelita, gak mampu naik balon udara. HAHA

Trip dimulai dari subuh, lalu diantar untuk sarapan di dekat area take of. Pemandangan sarapan kali ini adalah para crew sedang menyiapkan balo udara.

Mengudara bersama hot air balloon selama kurang lebih 1 jam. Momen terindah adalah saat matahari udah mulai muncul dan balon-balon lainnya sudah berterbangan. Duh gue rasanya udah jadi fotografer handal. Bagus banget! Gue pengen deh sekali lagi kesini, naik balon udara tapi dikala musim dingin. Jadi semua bebatuan lagi ditutupi salju.

Seluruh penumpang hot air ballon akan diberikan sertifikat dan satu gelas champagne setelah melakukan penerbangan. Ada juga orange juice untuk anak-anak. Lucu ya? Dapet sertifikat telah terbang bersama hot air balloon di Kapadokya.

Makanan di Goreme, Kapadokya

Mencari makanan halal di Turki sangatlah mudah, meski di kota terpencil. Seperti yang kita tahu, mayoritas penduduk Turki adalah muslim. Penjualan daging babi pun diharamkan. Namun, hal itu tidak menutup kemungkinan ada yang jual sih. Jadi, tenang saja, tinggal pilih resto mana yang kamu suka.

Di Goreme sendiri sebenernya nggak terlalu banyak pilihan resto, karena menurut gue ini kota udah kayak terpusat, penduduknya mengerumun di satu area lalu sekitarnya adalah jalan raya yang lenggang. Kalian bisa jalan kaki menuju resto-resto disekitaran sini, harga yang ditawarkan pun kurang lebih sama.

Nah kalau udah kesini, jangan lupa untuk mencicipi makanan khas Goreme, yaitu Testi Kebab atau Pottery Kebab. Makanan ini disajikan khas sekali dengan pot, nah untuk cara makannya, para pelayan akan menggetok pot nya agar terbelah menjadi dua. Gue jamin, ke-endeus-an nya bikin nagih. Ada berbagai jenis daging yang bisa disajikan, ayam, sapi, kambing, dan domba.

Uniknya lagi, setelah makan kalian boleh menuliskan nama kalian di pot tadi. Lalu disusun menjadi tumpukan piramida di depan resto nya. Susunan piramida ini juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mencoba, cerdas ya?

Ada yang mau tanya tentang trip ke Goreme, Kapadokya?

5 Comments

  1. April Hamsa November 12, 2017
  2. retno December 10, 2017
  3. Lidha December 10, 2017
  4. dita December 10, 2017
  5. Sintia Astarina December 10, 2017

Leave a Reply