[Markibur] Terjebak di Pulau Bangka

Mau baca post ini? baca dulu [Markibur] Menuju Bangka dengan Murah
 
Alhamdulillah sampai dengan selamat di tengah kota Bangka, lebih tepatnya di salah satu rumah couchsurfing  yang mengizinkan kami tinggal selama sehari. Say what? yeay. Setelah berleha – leha membersihkan diri akhirnya kami keluar mencari angin makan, berjalan kaki menuju ATM alias Alun alun Taman Merderka. Bangka di malam hari sepi banget kendaraan, jadi gue bisa leluasa jalan jalan di tengah jalan besar.
Kita berharap perjalanan kita selanjutnya akan sesuai rencana, dikarenakan ferry Palembang – Bangka udah delay banyak banget. Kecipak kecipak di Bangka seharian dan lanjut ke Belitung naik kapal express, ini sangat disarankan, karena kalau naik ferry berangkat jam 17.00 lalu berlabuh jam 05.00. Mabok mabok deh lu.

Kita penasaran banget sama kuliner Bangka, akhirnya kita menuju warung makan yang ceritanya khas bangka. Mbak mbaknya cantik, udah kayak anak socialita ibu kota. Sebagai orang yang gatau apa-apa akhirnya gue pesen lempah kuning. Lempah kuning sendiri biasanya disajikan dengan ikan, sedangkan karena gue mau mainstream maka gue pesen lempah kuning ayam. Muehehe. Jadi ceritanya lempah kuning semacam sop ala ala gitu yang berkuah kuning, jadi dipakein kunyit gitu. Rasanya? gurih gurih segar gitude.

Gak cukup sampai situ, selesai makan kita nongki nongki di sekitaran sana. Sama seperti di kota kebanyakan, trotoar jalan disulap menjadi warung dadakan di malam hari. Berjejerlah pedagang yang menjual otak – otak dicampuri dengan bumbu yang … itu loh bumbu sambel jaman SD yang warna nya orange cair gitu, tapi jangan anggep itu sama persis, karena rasanya tuh asem macem tauco. Aku sih no, mending pake sambel kemasan 🙁

***
“Maaf, Kapal express hanya tersedia hari senin dan kamis setiap jam 2 siang di Pelabuhan Pangkal Balam”  -Kamis 15 Januari, jam 19.00 WIB. Sudah lewat.
Gabisa ke Belitung naik kapal express. Terjebak di Bangka. Tengs. Ganti rencana. Ferry 12 jam di laut. Ngebayanginnya aja udah mabok. Kesejatian gue sebagai traveller pun diuji, gue harus siap dengan keadaan apapapun. Halah.

Plan sudah matang, mulai Jum’at pagi jadwal kita akan super padat dan super quality time. Sewa mobil sudah, packing sudah, semangat menuju Pulau Belitung jelas sudah. Menggunakan ferry ada hikmahnya juga, karena bisa berangkat jam 5 sore, jadi punya banyak waktu buat eksplorasi Pulau Unyu ini. Rencana nya pagi ini kita akan menuju ke selatan Bangka, yang sebelumnya juga menyempatkan menuju pantai pantai disekitaran tengah kota yang lebih mudah di jangkau, sungailiat. Kenapa ke selatan Bangka? iya karena kita lagi lagi pake ferry, yang lagi lagi pelabuhannya beda dengan pelabuhan kapal express, dan lagi lagi selalu jauuuh 🙂 semangat yes.

Dalam perjalanan menuju pelabuhan, tetiba HP gue berbunyi. Sms dari citilink menyatakan kalau penerbangan gue dimajukan menjadi Minggu, 18 Januari jam 07.30. Whatt?? Pagi banget, itu mah nyicip sunrise aja kayaknya gakbisa, gue misuh misuh. Gak terima dimajuin, kalau dimundurin mah gapapa HAHA, tapi kayaknya yang lainnya adem ayem aja dan jadilah gue gemes sendiri padahal udah nyindir nyindir biar pada kehasut untuk nego ke CS nya supaya diganti jadwal.

***

Gue sendiri lupa nama pelabuhannya, yang jelas gue harus melewati koba-toboali-dan akhirnya sampailah gue di Pelabuhan yang PHP. Gue menemukan tulisan ini di depan pintunya.

Kapal Ferry tidak berangkat, cuaca buruk
“cuaca dapat menentukan nasibmu”

Diinformasikan tidak ada kapal yang berlayar entah ferry maupaun ekspress hingga hari senin. Gagal naik kapal express, dan kini gagal pula naik ferry. Kepulangan kami Minggu 18 Januari, dari Bandara Tanjung Pandan, Belitung. Terus maksud ngana, gue harus berenang nyebrang pulau gitu? Hopeless.

“Wah kacau, liburan kalian benar – benar kacau” Ucap salah seorang teman couchsurfing kami, bisa bisanya mas ngana ngomong gitu dikala kita lagi ketar – ketir. Lah. Emang iya tan.

bersambung…

Leave a Reply