Pengalaman Makan Seru Molecular Gastronomy di Namaaz Dining Jakarta

Always expect the unexpected, begitu tagline mereka. It’s not fine dining but its FUN Dining.

Tentu saja gue mengamini kalimat di atas. Namaaz Dining menjadi salah satu bucket list yang ingin gue capai di tahun 2018. Saat belum direview oleh Raditya Dika dan menjadi sangat booming di kalangan artis dan youtuber.

Manusia berencana, tuhan yang menentukan. Belum sempat di 2018 bukan berarti pupus. Reschedule jadwal ke Februari 2019. Walaupun jadi agak ragu karena yaa kalau sudah februari 2019 sudah waktunya menunggu untuk season selanjutnya. Tapi, hati ini sudah tak sabar hehe. Belum tentu dapat jadwal yang pas lagi soalnya.

Tema Namaaz Dining kala itu adalah fim dengan genre horror, comedy, romantic, action, thriller dsb. Tema akan berganti setiap 8 bulan sekali. Lagipula, sepertinya Namaaz bukan tempat untuk makan sehari-hari melainkan untuk occasion tertentu jadi nggak masalah tema nya baru diganti 8 bulan kemudian.

Ciri khas Namaaz Dining adalah menyajikan makanan yang rasanya tidak seperti bentuknya. Pengunjung tidak hanya dimanjakan lidah nya, tapi juga semua panca indera baik dari penglihatan, pendengaran bahkan sampai ke perasaan. Yaampun, kapan lagi kan dibikin gonjang ganjing emosi nya oleh sebuah restaurant.

Harga Namaz Dining dan Cara Booking

Harga Namaaz Dining Rp 1.250.000/orang. Mahal? Ya lumayan sih, tapi setelah merasakan pengalaman makan yang unik rasa-rasanya kok menjadi sepadan ya.

Harga tersebut juga sudah mencakup 17 menu makanan pilihan chef. Selayaknya makan di restaurant fine dining, dimana kita membayar untuk keseluruhan menu yang sudah disiapkan.

Sungguh tempat makan yang pas untuk ngajak pacar yang suka bingung mau makan apa :’D

Untuk bisa menikmati sajian dari Namaaz, kamu wajib booking in advance alias pesan dengan pembayaran full di awal. Gue sendiri booking H-1 bulan. Antriannya sungguh panjang sodara-sodara. Wajar saja, Namaaz Dining Jakarta hanya menyajikan untuk maksimal 28 orang setiap malamnya.

Silahkan cek dan booking jadwal di website resmi Namaaz Dining Jakarta di sini. Kalian bisa memilih antara hari Selasa – Sabtu, jam makan malam pun sudah di tentukan dari jam 07.00 – 09.30 malam.

Perlu diingat, pengunjung diharapkan datang 15 menit sebelum acara dimulai karena semua rangkaian dan penyajian makanan akan dilakukan bersama-sama dengan pengunjung lainnya. Umumnya pengunjung menghabiskan 3.5 jam. Gue sendiri baru selesai makan malam jam 10 malam.

Review Makanan Namaz Dining yang Unik

Akan lebih menyenangkan bila datang ke Namaaz Dining tanpa ekspektasi apa-apa dan tanpa melihat spoiler dari youtuber/blogger/review lain. Oleh karena itu gue hanya akan menampilkan dan menjelaskan 5 (lima) menu saja.

Alangkah lebih baik lagi, kalau kalian berminat ke Namaaz Dining dengan pengalaman maksimal, pastikan tunggu Tema Film berakhir. Sehingga semua menu tidak ada yang sama lagi.

Hidangan pertama yang disajikan adalah gumpalan berbentuk batu kerikil yang sesungguhnya adalah nasi uduk lengkap dengan condiment sambal. Agak sulit menerima kenyataan bahwa gumpalan batu kerikil ini adalah nasi uduk, tapi rasa nya tidak bisa bohong. Tiba-tiba teringat abang nasi uduk langganan di belakang kampus.

Selanjutnya gue lupa ini makanan apa, sejenis soto atau sop daging gitu. Daging nya ada yang kering dan basah. Daging krispi nya mirip banget kayak dendeng, sedangkan yang basah nya kayak daging di soto, empuk dan endeus.

Kalau saja tidak ingat masih ada belasan menu lainnya, sudah bisa dipastikan ingin nambah porsi nya hahaha. Uniknya di makanan ini adalah sendoknya juga bisa dimakan. Sepertinya bahan dasarnya adalah tepung, mirip dengan cracker.

Menu selanjutnya bikin agak terheran-heran, kirain makan telor setengah matang. Ternyata, ini adalah pudding rasa mangga. Duh Chef, bisa aja deh bikin surprise mulu #lah

Lumayan penasaran ini kalau telor nya diremukin gimana ya hahaha, abisan pakai telor ayam asli sih. Pengen banget iseng mecahin telor nya.

Akhirnya menuju main course, ayam bakar taliwang didesain seperti potongan kaki dengan sambal darah dan pecahan gelas kaca. Dari skala 1 – 10, menu kali ini gue kasih score 11! Enak banget. Keliatannya hanya sedikit ya, seperti satu buah kaki ayam yang jangkung. Namun percayalah, kenyang banget!

Gak rela membagi, tapi mubazir untuk dilewatkan. Baru kepikiran, kira-kira bisa dibungkus nggak ya LOL. Pengen deh bisa nyobain ayam bakar ini lagi tanpa serangkaian menu lainnya.

Di titik ini, gue seperti sudah tidak sanggup untuk melanjutkan untuk makan. Untungnya, makan di Namaaz Dining ada waktu istirahatnya. Udah kayak sekolah aja ya hahaha. Di waktu istirahat ini, para pengunjung dipersilahkan untuk ke toilet, update social media dan tentunya memberi waktu mengatur perut.

Tak Hanya Makanan, Penampilan Crew pun Sangat Totalitas

Seperti yang sudah gue bilang, makan di Namaaz Dining tidak hanya membeli makanan tapi juga membeli pengalaman. Sesuai dengan tema nya yaitu film, di scene ini masuk ke genre horror. Para crew tiba-tiba hening seketika lalu memainkan lagu lingsir wengi.

Dari arah belakang, ada salah satu crew yang seluruh badannya ditutupi kain putih. Sang crew yang berperan menjadi hantu jalan perlahan mengelilingi seluruh meja lalu tiba-tiba jatuh ke belakang.

Gedubrak!

Kaget sekaget-kagetnya umat manusia. Gue ga paham itu crew belajar bela diri dimana ya. Posisi jatohnya seperti kayu yang jatuh, badannya lurus banget sampai menghatam lantai. Kerennya adalah itu hantu nggak bangun-bangun sampai seluruh pengunjung pulang, padahal momen dia jatuh itu di tengah acara. Gue yakin dia tidur deh. Salut

Ohiya, ada satu hal lagi yang bikin gue salut. Rangkaian acara selanjutnya kebanyakan lampu nya dimatiin, kalau nggak salah ingat sedang adegan thriller, LALU secara tak sengaja ada orang yang NGINJEK HANTU NYA DONG. Yaampun mau ketawa tapi kaget tapi lucu tapi salut.

Gue udah liat-liatan sama pengunjung lain, ini crew yang jadi hantu nya sehat wal afiat apa malah jadi pingsan ya? hahaha. Semua crew lain yang menyajikan makanan mengabaikan crew hantu seakan tidak terjadi apa-apa.

Salut!

Tempat untuk Merayakan Momen Spesial

Namaaz Dining bisa dijadikan tempat romantis untuk merayakan anniversary maupun tempat untuk merayakan ulang tahun. Justru memang lebih baik datang ke Namaaz saat ada momen spesial.

Dengan begitu, kalian akan mendapatkan special dish.

Gue bilang ke crew Namaaz Dining, bahwa gue sedang merayakan anniversary. Lalu di penghujung acara, meja kami diberikan 2 gembok berbentuk hati dengan inisial nama masing-masing. Salah satu crew nya menjelaskan, cara makannya adalah gue makan gembok berinisial pacar dan sebaliknya.

Wadidaw baik. Unyu sekali ya.

Dan MONMAAP ITU KAN GEMBOK NYA GABUNG YA, ini disuruh makan gembok apa disuruh ciuman?!

Ya pada akhirnya diputus dulu gemboknya 🙁 wkwk. Nyatanya gemboknya adalah coklat, rasanya mirip coklat Lindt deh, frozen di luar, melt di dalam.

Nah terakhir nih, review namaaz dining di Jakarta. Makanan penutup favorit gue. Coklat meledug-meledug. Gue gatau namanya apa, tapi anggap aja namanya coklat meledug-meledug ya.

Sebelum disajikan, kami diberikan jas hujan untuk digunakan. Lalu menonton cuplikan film dengan genre rock n roll. Setelah itu, para crew mulai ambil posisi masing-masing dan menyiramkan air gak karu-karuan. Si coklat mulai meledug-meledug.

Heboh parah.

Kisruh bahkan kalau gue bisa bilang, tapi seru banget! Suasananya dapet, berasa lagi nonton konser. Rasa coklat meledug nya gimana? Gue gatau mau deskripsiinnya gimana, tapi ini coklat endeuuss surendeus banget, mau nangis.

Namaaz Dining, I love you! Akan balik lagi kalau ada yang ngajakin (dan bayarin)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.