Pendakian Malam VS Pendakian Siang

“Besok jam 7 kumpul depan boulevard UNS ya”

“Kenapa ga berangkat lebih awal aja? sore gitu?”

“Loh…. jam 7 pagi Tan”

dan kemudian sakit kepala.

Pertama kali tau ada yang ngajakin naik gunung pagi-pagi gitu rasanya ngganjel banget, serasa mendaki dini hari adalah hal yang tabu. Maafin gue yang dulu guys, pas masih baru-baru icip gunung, gue selalu memulai pendakian malam hari. Maklum aja, pendakian awal ya mana pernah lebih dari 2 hari 1 malam.

Nah sekarang sih, udah nambah pengetahuan perbedaan antara pendakian malam dan siang hari. Mainnya udah lumayan sering walauapun masih disitu-situ aja. Ajakin jalan, please? Kalau sekarang ditanya lebih milih yang mana, gue mah bebas mau siang atau malam asalkan ada kamu mah aku tenang. Kan baper.

Yodah yodah, gini biar kalian yang baca ga galau lagi mau mendaki kapan mending gue jabarin aja ya plus minus nya mendaki siang dan malam

Pendakian Malam

(+) Kalo gue, lebih suka pendakian malam. Jalan menuju base camp/puncak jadi ga keliatan. Iya, ga keliatan jauhnya. Positif kan?! Percayalah, disaat kalian ga melihat seberapa besar tantangannya yang kalian lakukan tuh hanya terus berjalan, jadi ga kerasa eh tiba-tiba udah nyampe.

pendakian malam

Udara nya sejuk walaupun kadang dingin menusuk hingga ke tulang, gapapa, asal ga menusuk ke dalam hati. Hawa yang pewe gini bikin kita ga gampang capek. Udah adem gini, bisa jadi ajang buat modus juga. Sok-sok pegang tangan biar ga tersandung, terpencar, dan terbawa ketidak pastian.

(-) Masih ngomongin hawa yang sejuk, pendakian malam bisa bikin kamu mager. Terlebih udah ngejalanin aktivitas biasa di siang hari atau sekedar OTW menuju tempat pendakian berada. Hal yang tak bisa dipungkiri itu adalah ngantuk, godaan terkuat saat mendaki malam hari. Antisipasi biar pendakian kalian ga mager dan ngantuk adalah bawa temen ngebanyol, atau paling tidak setel lagu yang energetic.

 

Pendakian Siang

(+) Gak ada yang namanya drama-drama kesandung, batu yang unyu pun udah bisa kalian lihat. Jalur terpampang jelas, jadi mengurangi resiko kalian nyasar. Walaupun gak adem, tapi, selama di jalur pendakian ada pohon, selamatlah hidup kalian. Waktu siang hari itu tumbuhan mengeluarkan Oksigen untu kalian hirup, bersyukurlah.

Moment yang paling pas buat foto2, kalian tinggal siapin aja kamera untuk foto. Banyak spot yang instagramable banget deh.

(-) Bersahabatlah dengan awan, biar bisa menghalangi sinar matahari yang sudah menampakkan dirinya. Lagian, kalian tau kan sinar matahari di siang hari menuju sore itu udah gak bagus untuk kulit. Sayangi kulit kita guys dengan menggunakan lengan panjang dan sunblock. Bukan sekedar agar gak hitam aja, tapi emang gue kan mau kulit mulus tanpa kerut bintik hitam mulus, masa gue kalah sama banci Thailand.

Mudah patah semangat. Iya, dengan mata kalian yang bisa melihat betapa jauhnya jalan yang harus kalian tuju bisa bikin hati melengos duluan. Kalau udah gini alihkan perhatian ke teman-teman sependakian aja. Liatin muka-muka mereka, bahas mimpi-mimpi kalian, korek-korek masa lalu, atau ngomongin temen se-tim yang ketinggalan dibelakang. Life is hard men.

pendakian gunung

Walaupun gue suka pendakian malam tapi tetep aja kita harus mengkondisikan dengan gunung apa yang mau didaki. Ada beberapa gunung yang emang disaranin untuk melakukan perjalanan di siang hari, contohnya Gunung Argopuro. Gunung terluas di Pulau Jawa ini termasuk daerah suaka margasatwa, kalau kalian nekat untuk jalan malam hari siap-siap aja bergaul sama macan.

Kalau kamu, lebih suka yang mana?

2 Comments

  1. Medipta November 15, 2017
    • insalamina November 15, 2017

Leave a Reply