Jangan Tunda Periksa Gigi kalau Nggak Mau Bangkrut

Hubungan gue dengan Dokter Gigi sepertinya ada pada tahap love-hate relationship. Mencari Dokter Gigi ibaratnya mencari sahabat, pada dasarnya semua manusia baik tapi hanya sebagian yang klop sama kita. Ya begitu juga dengan Dokter Gigi. Gue akan merasa nyaman apabila sang Dokter ramah, tidak menakutkan, menjelaskan dengan baik dan kalau bisa sih ganteng. Hahaha tapi iya sih nggak cuma ganteng, dokter cantik pun ku suka. Jadi seneng aja gitu.

Pengalaman Gigi Berlubang (Akar)

Sebenarnya gigi gue ini sudah agak complicated. Soalnya bolongnya banyak! Parahnya adalah ada gigi yang bolongnya sudah seperti kawah gunung berapi. Besar sekali. Benar-benar sepertinya bakteri bisa berenang atau main sepak bola di lubang gigi gue. Apakah ini termasuk ibadah ya Tuhan? Memberikan lahan tuk bermain bagi bakteri?!

Kenapa gue nggak membereskan gigi lubang ini?

Takut.

Ya. Gue takut. Selain dulu gue pernah punya pengalaman tidak mengenakkan dari Dokter Gigi, gue punya alasan lain yang sangat kuat. Takut miskin.

HAHAHA.

Gue mulai browsing tentang permasalahan dan cara penangan gigi berlubang gue. Lebih tepatnya lubang yang sudah kena saraf sampai ke akar. Sehingga harus punya perawatan akar gigi rutin hingga dipasangkan crown. Sudah tidak bisa lagi ditambal. Seperti yang gue bilang, lubangnya luar biasa besar.

Hasil dari riset gue adalah biaya yang dibutuhkan relatif mahal. Pasang crown sendiri mulai dari 1 juta an. Padahal, setelah perawatan intensif beberapa kali kunjungan, gigi lebih baik langsung dipasang crown agar tidak terlalu lama terbuka dan terkena bakteri (lagi).

Gue sudah melakukan perawatan sampai 4x kunjungan, tapi tidak diselesaikan karena sudah habis duluan duitnya. Takut mendadak disuruh bayar crown juga yang berjuta-juta itu. Akhirnya dibiarkan begitu saja sampai akhirnya sekarang harus memulai perawatan akar gigi lagi dari awal. Membayar itu semua dari awal (lagi)

Pesan moral nya adalah selesaikanlah apa yang kamu mulai. Jangan setengah-setengah! Jadi inget perawatan di Zap yang beakhir sama juga nih 🙁 setengah-setengah.

Kalian ada yang gitu juga nggak sih? apa cuma aku doang? Please nggak cuma gue doang kan yang begini 🙁 #NyariTemen

Perawatan Mahal itu Bernama Scalling

Sebelum salah kaprah dan membuat kalian takut scalling karena biaya, gue mau mengatakan bahwa tidak semua scalling itu mahal. Harga bergantung pada tempat dan dokter yang menangani. Buktinya ada aja kok scalling yang hanya Rp 50.000. Nanti saya kasih tau deh ada di mana scalling dengan harga murah dan terjamin.

Scalling atau biasa disebut juga pembersihan karang gigi adalah salah satu perawatan gigi yang wajib dilakukan secara rutin setiap 6 bulan sekali. Karang gigi ini muncul karena adanya penumpukan plak gigi yang lama-kelamaan mengeras. Jika karang gigi dibiarkan dapat menyebabkan sakit pada gusi.

Jika saat menggosok gigi, gusi kamu sering berdarah bisa jadi penyebabnya ya karang gigi yang sudah menumpuk! Sebagai orang waras yang baru saja keluar dari Klinik Gigi gue menyarankan untuk jangan menunda-nunda untuk scalling gigi. Semakin keras karang gigi kamu maka akan semakin susah dan (biasanya) semakin mahal tarif yang dikenakan.

Sebenarnya berapa sih biasa scalling?

Biaya scalling sangat bervariasi, untuk Rumah sakit berkisar antara 150rb – 800rb, klinik swasta 80rb – 800rb, klinik 80rb-200rb. Sedangkan yang paling murah adalah klinik tempat anak koas. Seperti di FKG UI. Kalau memang belum ada biaya nya, bisa juga melakukan pembersihan karang gigi hanya bagian rahang atas atau rahang bawah saja. Baru deh kunjungan selanjutnya selesaikan sisi lainnya.

Pengalaman Scalling di Dentassure

Awalnya, gue ragu untuk melakukan perawatan scalling di Dentassure.

Pengalaman gue mencari klinik gigi dan rumah sakit gigi di Jakarta itu capek-capek gimana gitu. Gue jadi serem sendiri dengan praktik praktik yang terlihat kurang meyakinkan huhu. Sebenarnya gimana sih cara ngecek klinik gigi tersebut berkualitas atau tidak? Apakah ada pengecekan nomor seperti BPOM pada makanan atau gimana ya? (akan update, kalau saya sudah tahu, bantuin dong!)

Sekarang juga udah nggak jarang tuh klinik kecantikan yang juga menyediakan scalling gigi, bleaching bahkan veneer. Perawatan gigi yang lagi hits dan naik daun di kalangan remaja milenials. Jadi gue tuh ragu, ini beneran apa gimana sih huhu.

Mau yang pasti-pasti ya ke Rumah Sakit aja sih ya. Cuman saya kebanyakan cuman HAHAHA. Akhirnya gue memberanikan diri ke klinik gigi di Benhil namanya Dentassure. Lokasi nya deket banget sama kost an, jadi nilai plus deh.

Kliniknya seperti masih baru, padahal kalau kata website nya sih sudah dari Tahun 2003. Ruangannya terkesan bersih dan steril dengan nuansa putih – hijau. Lagi-lagi jadi keinget ZAP.

Dokter nya ramah, baik, teliti.

Di awal gue juga sempat mengeluhkan tentang gigi belakang gue yang berlubang. Sehingga setelah perawatan scalling selesai, sang dokter langsung memeriksa gigi belakang tersebut. Langsung mengambil tindakan untuk rongten gigi di tempat. Dokter nya bilang kalau gigi belakang gue yang lubangnya luar biasa dan sudah sampai akar seperti dokter gigi gue terdahulu

Ternyata, rongten gigi ini kena charge Rp 175.000 Gila mahal sekali ya kalau dibandingkan dengan rongten gigi di RS. Moewardi, Solo awal tahun 2017. Memang sih, hasil rongten dari RS. Moewardi lebih lama jadinya, tapi lebih lengkap satu rahang bawah. Sedangkan di Dentassure hanya satu gigi saja.

Bodohnya, hasil rongtennya nggak dikasih pula ke gue. Gue pun lupa untuk minta. Padahal walaupun sudah punya, tetap saja gue ingin hasil tersebut. Kan sudah kena charge mahal ya. Besok gue akan mencoba untuk minta. Semoga saja masih bisa. Gue akan update lagi untuk bagian rongten ini.

update: Foto rongten diberikan dalam bentuk soft file yang dikirim melalui email, kalau mau hasil cetaknya dikenakan biaya Rp 50.000

Selain biaya rongten, biaya scallingnya sendiri pun bikin shock! Gue nggak menyangka, klinik gigi Dentassure ini termasuk klinik mahal. Biaya scalling gigi rahang atas bawah di Dentassure Rp 800.000. Menurut Mbak di Receptionist sih harga ini relatif berdasarkan tingkat karang gigi si pasien. Wah bisa jadi karang gigi saya sudah tingkat maksimum ya.

Haduh. Malu jadinya.

Punya BPJS? Asyik, Bisa Scalling Gratis

Daripada harus mengeluarkan biaya lagi untuk scalling, coba deh manfaatkan BPJS yang kamu punya. Sebenarnya tidak seribet itu kok mengurus BPJS untuk scalling gigi. Jatah yang diberikan dari BPJS untuk scalling gigi adalah setahun sekali. Walau begitu, gue sih tetap menyarankan untuk periksa setiap 6 bulan sekali.

Ya setahun sekali bayar sendiri untuk scalling sudah ringan kan? Daripada menumpuk penyakit. Toh dengan kontrol rutin kamu bisa tau dan melakukan pengobatan kalau gigi kamu ada yang berlubang.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.