Kapan Kamu Akan Menikah?

Well, hard question and I found it easy to answer back then when I was a child. Kalau Kamu bertanya demikian, gue akan menjawab ini lah persiapan menikah ku.

As a (teenage) girl, I had my own dream age to marry. Gue ingin menikah lebih muda dari umur sewaktu nyokap gue menikah. Nyokap gue menikah di usia 25 tahun, and I thought it will be my achievement if I can marry below that age.

Gak tau gimana ceritanya, gue rasa 22 adalah angka dan umur yang pas untuk menikah. Sudah ku perhitungkan, di umur segitu, seharusnya aku sudah lulus sarjana. Berarti sah sah saja aku menikah.

Menginjak bangku kelas 3 SMA, gue merasa umur gue semakin mendekati umur pernikahan impian. Hanya 5 tahun lagi. Waktu yang cukup untuk beranjak dewasa dan memikirkan pernikahan. Tapi ku mulai bisa berpikir realistis. Semenjak itu, ku ingin menikah di umur 25 tahun seperti Ibu ku. Setidaknya tetap tidak melewati umur Ibu ku.

Kuliah, dan ku mulai sangat rinci. Ku ingin menikah di tahun 2020. Begitu ingin, tapi terkadang aku lupa. Sehingga lupa sudah menjadi kebiasan.

Kini, hanya tersisa waktu 2 tahun hingga usia pernikahan ideal bagi ku. Apa yang sudah ku punya? Hanya angan. Apakah itu cukup? I dont know

“Kenapa kamu mau nikah muda, sih?”

I don’t, aku hanya berfikir bahwa umur tersebut ideal. Bagiku, itu tidak termausk nikah muda. Andai kita bisa hidup hingga 100 tahun, itu sudah semperempat hidup! Nyatanya, rata-rata manusia hidup hanya mencapai 68 tahun. Lalu aku sudah memasuki 36,7 % hidupku. Apakah itu masih dikatakan muda?

Itu pun, kalau umur ku sampai ke situ.

umur ideal menikah

Andai saja ku tanya, kenapa menunda pernikahan? Kenapa menikah tua? Kenapa belum menikah?

Akan banyak alasan datang, banyak jawaban. Bahkan sampai ada series nya di youtube channel space # which I aggree too. Manusia tidak seharusnya diburu-buru untuk menikah.

Menikah, sama seperti hal nya bekerja dan memiliki anak, bukan lah rutinitas hidup yang harus di jalanan sesuai dengan waktu “orang kebanyakan” semua harus sesuai dengan diri kita masing-masing. If you think now it’s time to marry, then where’s the ring?! Nggak ada lagi yang perlu ditunggu.

If you’re not there yet and have plan to do so. Pantas kan lah dirimu. Bukannya diam saja.

Kecuali kamu emang berencana untuk tidak menikah seumur hidup sih. Santai aja kalau gitu mah. Paling ribet jawabin pertanyaan mainstream orang-orang aja. “Kenapa belom kawin?”

Now I know, Mungkin 2 tahun tidak lah lama. Sama seperti tahun tahun yang sudah berlalu, akan begitu cepat terasa, akan terlewati begitu saja. So, ini lah dia persiapan menikah yang aku rencanakan sendiri untukku:

1. Skills are freaking important.

I don’t wanna run a family without skills. Berhubung menikah itu hidup bersama dan hidup butuh makan, maka gue mulai belajar memasak. Biar bisa menghidangkan berbagai menu masakan di meja makan. Seru kan pagi-pagi masak sambil pake celemek, kaos suami dan tidak memakai celana lalu dipeluk dari belakang. #KebanyakanNontonFilm

Gue mulai mencoba untuk menghasilkan kreasi masakan menggunakan bahan yang mudah ditemukan. Tentunya dengan style anak kost mager. Gaya yang memadupadankan murah, sederhana, gampang, pokoknya anak kost bisa survive dengan menu masakan ini.

Selain masak, gue juga lagi belajar take care of my own appearance, biar selalu enak dipandang aja. Lagi mau bobo cantik, bangun tidur cantik, nyuci piring cantik, cantik aja terus. Bahahaha, ini bercanda tapi serius sih. Ada kan ya skills biar cantik terus?

Intinya sih gue ingin selalu menebarkan aura positif. Lagian cantik kan nggak melulu soal tampang yang didandanin. Wanita cantik juga bertutur kata baik, lembut, sopan santun dan manja. Please manja juga masuk kategori cantik, dong?

Skills lain yang nggak kalah pentingnya adalah skills emergency, yaitu yang berhubungan dengan Survival. Gue sih pengennya gue jadi semcam PMI nya di rumah HAHAHA. Jadi, tau dikit lah info mengenai kesehatan dan tindakan pertama saat kecelakaan atau bencana. Beuh, kayak power puff girl. Membayangkan insalamina menjadi sosok istri dan Ibu yang kuat.

Nggak harus ahli dan profesional, yg penting harus ke dalam step 1: survive! Bisa survive dengan skill tersebut. Baru lah kalau sudah, ke step berikutnya : ahli. Step terakhir : mengajarkan

2. Ilmu yang Berguna dan Berfaedah

How can I run my family if I don’t have ilmu? Ilmu financial misalnya. Tahukah kamu? Financial menjadi top issue pertengakaran dalam rumah tangga. Bahkan bisa lead ke perceraian. Entah sang suami yang dirasa kurang memberi uang bulanan atau sang istri yang dirasa tidak bisa mengatur keuangan.

Gue mulai belajar-belajar tentang gimana cara mengatur keuangan pribadi. Nggak mau lagi deh gue merana karena gue nggak bisa mengatur keuangan, berhubung selama ini suka gagal paham uang gue pada kemana, kok abis terus. Kalau lo adalah anak yang dikasih uang bulanan lalu setiap akhir bulan merana, maka lo harus belajar cara mengatur keuangan. Nggak usah denial.

Ya walaupun masih jauh dari sempurna, tapi gue merasa gue udah mulai bisa ngetrack uang gue larinya kemana, abisnya dipake buat apa dan planning cara menyiasatinya. Gue jadi sadar kalau kebiasan jajan sore gue membuat gue misqin. Bhaiq.

Selain itu, gue juga mulai belajar tentang investasi, mulai kepo-kepo mengelola keuangan gue biar nggak hanyut begitu saja. Memanfaatkan secara maksimal lah intinya. Sampai detik ini, gue masih berkutat dengan dunia keuangan ini. Jadi, kalau kamu juga lagi belajar hal yang sama, yuk belajar bareng! Seru banget loh ini ngomongin uang. Uang pribadi soalnya bukan uang perusahaan HAHAHA.

IlmuĀ apalagi coba yang penting untuk dibawa dalam rumah tangga? Ilmu yang nggak boleh terlupakan. Ilmu Agama. Gue inget dengan salah satu status WA temen gue, dia bilang gini “Apapun profesinya wajib belajar ilmu agama” ya gue setuju. Gue suka belajar agama yang pembahasannya tentang kehidupan, entah itu cara sosialiasi dengan sesama, tentang pekerjaan ataupun rumah tangga. Seru aja gitu bacanya.

3. Periksa Kesehatan dan Perawatan Tubuh

Aku ingin cantik dari sebelum, saat menikah dan seterusnya. Buahahahaha. Maksudnya di sini adalah, gue mau menjadi manusia yang sehat aja sih. Berhubung perawatan dan kesehatan itu membutuhkan waktu dan uang yang nggak sedikit, maka gue mulai mencicilnya dari sekarang.

Misal, gue mulai perhatiin nih apa ya kira-kira yang bisa bikin gue lebih glowing saat menikah? Badan yang sehat ya kuncinya, jadi gue mau mulai merawat bentuk tubuh ke bentuk yang ideal. Gue nggak mau gendut dan gak mau kurus, maunya ideal. Sedang riset sih untuk yang satu ini dan sedang cari cara untuk tetap berolahraga di waktu padat nan pelik ini.

Selain itu, walau makeup itu memperindah muka, tapi kalau kanvas nya aja kotor tetap saja hasil tidak maksimal. Maka dengan waktu yang panjang ini sebelum pernikahan ada baiknya gue merawat wajah gue ini kan. Lalu mulai memperhatikan penyakit-penyakit kewanitaan yang mungkin saja ada di badan gue. Mulai concern dengan penyakit penyakit tersebut dengan cara SADARI (Periksa Payudara Sendiri), kebersihan daerah kewanitaan. Yaa yang sejenis itu lah.

Dari dulu memang gue memperhatikan sih, tapi masih yang kayak yaudahlah YOLO, sekarang gue mulai menyayangi diri sendiri begitu lah. Kan katanya kalau kita nggak sayang diri sendiri gimana orang lain mau sayang sama kita? Eh gitu nggak sih?

4. Tentu Saja, Moneeeeyyyy. A Wealthy Me

I don’t wanna be broke, and for worse, I don’t want to make my partner be broken because of marrying me. Agak susah kalau ketemu pasangan yang perhitungan. Misal doi lebih mapan dibanding kamu lalu agak enggan hartanya terbagi berdua begitu saja. Bisa dipahami sih, ya bagaimana ya doi kan sudah bekerja keras dengan keringatnya sendiri. Mungkin memang bebannya lebih banyakan doi jadi bisa menghasilkan lebih banyak.

Dalam kasus yang seperti ini sih bisa aja menggunakan perjanjian pra nikah. Setau gue, harta yang dihasilkan sebelum menikah tetap milik masing-masing, sedangkan harta yang dihasilkan setelah menikah baru lah milik bersama. Cuman, kalau udah menikah dan tetap gaji doi lebih tinggi terus doi nggak mau berbagi rata yaaa susah ya bo. Dikonsultasiin aja sama yang sudah lebih paham ceu!

Kekhawatiran ini disimpan saja dulu, jadi sekarang sebelum menikah kita cari cuan aja yang banyak!

Makanya nih, agar tidak jatuh misqin maka ilmu keuangan itu penting banget! Harus menjadi modal sebelum memutuskan menikah. Ya nggak menikah juga tetap harus belajar keuangan sih, biar nggak jatuh miskin ceu.

Di point ini, gue ingin menggarisbawahi mahalnya biaya pernikahan! Apalagi dengan adanya tradisi ala orang Indonesia yang pernikahan itu harus mewah, menggelegar dan ciamik. Yha namanya juga momen sekali seumur hidup, begitu katanya.

Baik, karena gue belum tau akan bagaimana pesta pernikahan gue, maka gue harus menyiapkan saja dulu kemungkinan biaya yang dibutuhkan untuk menikah. Nominalnya sesuai dengan rata-rata yang dikeluarkan oleh para pasangan saja. Bisa cek di google atau tanya Wedding Organizer. Jangan lupa untuk ambil angka tertinggi, kan kamu nikahnya masih nanti-nanti. Bisa jadi naik kan harganya.

Bicarain tentang biaya menikah pasti lah panjang. Artikel ini bisa jadi novel. Sebenarnya sudah banyak artikel yang membicarakan biaya pernikahan, tapi kalau netizen ingin ada rincian biaya nikah versi insalamina silahkan tulis di kolom komentar. Jika banyak peminatnya, saya tulis deh! Tentunya saya riset dulu.

Segitu dulu kali ya artikel persiapan menikah versi gue. Kalau ternyata tidak sesuai plan gimana? Andai lebih cepat, mungkin ku kan panik. Andai lebih lama, wah persiapanku mungkin lebih matang lagi. Jangan dibikin pusing ah. Jadi, buat kalian yang sering nanya “Kapan nikah?” Nih gue lagi persiapan buat menikah, sabar aja ya, kalau kita tetap silahturahmi nanti juga undangannya sampai ke kamu.

Bagi yang sudah menikah, please kasih tau apa saja sih yang harus dipersiapkan sebelum menikah? Hal-hal yang mungkin sering terlewat oleh para calon pasangan. Sebagai anak muda yang merencanakan akan menikah dimasa mendatang, yang kepikiran sih baru ini aja. Saling sharing yuk!

8 Comments

  1. Nyi Penengah Dewanti July 1, 2018
    • insalamina July 2, 2018
  2. ursula meta rosarini July 2, 2018
    • insalamina July 2, 2018
  3. Muthi Haura July 3, 2018
    • insalamina July 3, 2018
  4. Nurul July 4, 2018
  5. Kristi Kartika July 4, 2018

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.