Pulau Tidung : Open Trip VS Jalan Sendiri (Baca Dulu Sebelum Menentukan)

Pulau Tidung merupakan salah satu pulau yang berada di Kepulauan Seribu. Salah satu Pulau yang bisa kamu kunjungi dengan mudah kalau kamu berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Mungkin kalau kalian search Pulau Tidung di Google akan banyak sekali tawaran paket wisata dan open trip Pulau Tidung, tinggal pilih aja mau yang mana.

Nah disini, gue mau bahas pro and cons nya menggunakan open trip atau jalan sendiri. Jadi in the end, kalian bisa menentukan mana yang paling pas untuk kalian sebelum berwisata ke Pulau Tidung.

Pertama kali ke Pulau Tidung gue menggunakan jasa open trip, tapi bukan Intan namanya kalau nggak ‘belajar’ selama trip supaya bisa kesini lagi tanpa open trip. Sama halnya kayak dulu gue ke Bromo dengan jasa Open Trip dan akhirnya bisa kesana lagi bareng keluarga tanpa open trip.

Agen travel yang gue pake bisa kalian termukan di Google, pokoknya cari aja “open trip pulau tidung” nanti pilih deh yang di page pertama HAHA. Bang, kalau kamu baca dan ingin dipublish bilang ya. Bayar!

Cara ke Pulau Tidung

Ada beberapa cara untuk menuju Pulau Tidung, yaitu

  • Menggunakan kapal kayu dari Pelabuhan Kali Adem (ini yang paling populer)
  • Menggunakan Speedboat dari Marina Ancol
  • Menggunakan Kapal Pelni dari Pelabuhan Sunda Kelapa

Semuanya tergantung pilihan masing-masing. Biasanya Jasa open trip memberikan dua pilihan, yaitu naik kapal kayu dari pelabuhan kali adem angke atau speedboat dari Marina Ancol.

Untuk harga, kapal kayu dari Kali Adem Angke merupakan jasa transportasi termurah hanya 50rb sekali jalan. Sedangkan Kapal Pelni dari Pelabuhan Sunda Kelapa memiliki tiga kelas, kelas ekonomi 75rb, kelas bisnis 105rb, dan kelas VIP 175rb.

Terkesan lebih pricey ya? Ya jelas saja, akses ke Pelabuhan Sunda Kelapa saja lebih mudah, lebih dekat dari pusat Jakarta dan lebih bersih. Kamu nggak perlu ngelewatin genangan air dan bau sampah seperti mau ke Kali Adem Angke. Lalu kapal yang digunakan lebih cepat 1-1,5 jam. Jadwal lebih pasti dan lebih nyaman.

Paket Open Trip Pulau Tidung

Gue ikut yang paket 2 hari 1 malam. Kumpul keberangkatan di Pelabuhan Kali Adem jam 6 pagi. Bagus juga nih info dari jasa travel suruh kumpul jam 6, karena kebiasaan orang Indonesia yang ngaret kan. Padahal loket tiket baru dibuka jam 7, terus kapal berangkat jam 8. Gitu sih tulisan yang gue lihat di gedung pembelian tiket.

Lama perjalanan dari Pelabuhan Kali Adem menuju Pulau Tidung sekitar 2 – 3 jam. Setibanya langsung disambut oleh crew dari jasa travel dan diantarkan ke homestay oleh guide. Sampai di homestay sekitar jam 11 siang, dan makan siang udah siap. Peserta boleh leyeh-leyeh sampai jam 1 siang untuk persiapan snorkeling.

Enakya kalau ikut open trip udah termasuk rental sepeda, jadi bisa keliling Pulau Tidung menggunakan sepeda, tinggal bayar parkir sepeda aja di spot-spot tertentu.

Selagi menunggu snorkeling yang siang banget (entah kenapa mulai snorkeling jam 1 siang) gue menyusuri baratnya Pulau Tidung, walaupun nggak sampai ujung sih. Soalnya jalan kaki, capek shay! Lumayan lah dapet spot foto gemas.

open trip pulau tidung

Di kawasan pantai selatan yang menuju barat juga terdapat homestay maupun penginapan pinggir pantai. Kelihatannya lebih eksklusif sih. Harga standart saat weekend 450rb, family 600rb, vip 650rb (berdasarkan harga yg gue liat di salah satu penginapan, sept 2017)

Untuk melakukan snorkeling kami harus menuju timur Pulau Tidung. Tepatnya setelah SMK 61. Disini juga kalian bisa melakukan water sport dan menuju jembatan cinta yang menyambungkan Pulau Tidung Kecil. Kami naik perahu sebentar lalu berhenti sebelum Pulau Payung.

Hati-hati dengan terumbu karang nya. Perairannya tidak dalam, sehingga mudah sekali kaki kita tergores dengan terumbu karang. Jangan coba-coba berdiri diatas terumbu karang, selain berbahaya bagi kami –terpeleset atau tergores– juga berbahaya bagi alam. Kasian gengs!

Kalau mau cari ikan yang lucu-lucu banyak mending ke yang agak dalem, walaupun gue gatau ini berlaku setiap saat apa ngga at least waktu itu sih gue gitu hehehe

Selesai snorkeling di Pulau Payung, gueide open trip gue ngasih waktu bebas, jadwal seharusnya sih bersepeda ria di Pulau Tidung, tapi kayaknya watersport di dekat jembatan cinta lebih menggoda.

Biaya Watersport di Pulau Tidung

Disini terdapat dua jenis watersport yang bisa kalian coba, Banana Boat dan Water Sofa. Keduanya sama-sama ditarik oleh speedboat, namun karena gue belum pernah nyobain Watersofa jadilah gue coba itu. Semua watersport harganya sama yaitu 25rb/sekali naik/orang. Lumayan lah

Di dekat Jembatan cinta pulau Tidung ada juga yang menyediakan persewaan alat snorkeling dan perahu untuk nganter menuju spot snorkeling. Harganya 25rb dan biaya nganternya 25rb/orang

Kalian juga bisa menyewa speedboat dari Pulau Tidung ke Pulau Tidung Kecil, harganya 5rb/orang, atau sekitar 25rb/speeboat. Lumayan kan daripada capek jalan menyusuri jembatan penghubung. Tapi saran gue sih, kalian tetap bisa jalan lewat jembatan (entah pulang atau perginya), karena banyak spot foto yang ciamik juga selama perjalanan.

 

open trip pulau tidung

Spot Foto Sunset dan Sunrise di Pulau Tidung

Spot sunset terbaik ada di ujung barat Pulau Tidung, untuk kesana sangat disarankan untuk pakai kendaraan, bentor ataupun sepeda. Jauh banget, ga kuat dah jalan kaki. Kecuali kamu super dan punya banyak waktu.

Selama perjalanan menuju spot sunset, kalian akan menemukan saung cemara kasih. Sempatkan untuk mampir disini, karena disini ada ayunan gantung di bibir pantai ala-ala gili trawangan Lombok. Banyak spot menarik juga untuk difoto. Jadi, siapkan waktu cadangan untuk foto-foto di perjalanan.

berlibur ke pulau tidung

Sedangkan spot foto sunrise terbaik berada di ujung timur Pulau Tidung, tepatnya di jembatan cinta. Romantis banget kan, berada di jembatan cinta sambil menyasikan terbitnya matahari.

Biaya Makan Selama di Pulau Tidung

Wah nggak nyangka sih ternyata open trip yang gue pilih punya menu BBQ yang diluar dari jatah makan malam. Jadi setelah makan malam jam 7, kita mulai bakar-bakaran jam 9 malam. Walaupun yaah, BBQ nya hanya di depan homestay. So far so good, ada ikan bakar, dan cumi ditambah sambel kecap. Mmm lezatos

Sebenernya harga makanan di Pulau ini memang agak pricey, tapi ya namanya juga di pulau kan, jadi gue menganggap wajar. Harga satu mangkok bakso dipatok Rp 20.000, Kelapa utuh Rp 15.000, Nasi ayam Rp 20.000. Paling ikan bakar aja yang mahal.

Ohiya ternyata, untuk kalian yang nggak pake jasa open trip juga bisa pesan paket makanannya aja. Umumnya setiap homestay akan punya paket makan ini. Untuk sekali makan dipatok 20rb, menu nya bervariasi memang, tapi tidak bisa request.

Transportasi di Pulau Tidung

Pulau ini memang kecil, tapi tetap saja butuh waktu lama dan tenaga ekstra jika harus jalan kaki mengelilingi pulau. Dari spot sunset menuju spot sunrise saja bisa ngos-ngosan. Transportasi yang paling populer disini adalah bentor (becak-motor) dan sepeda. Menurut tukang parkir disana, harga bentor sekali naik Rp25.000 jauh-dekat.

Untuk yang ingin lebih hemat dan ramah lingkungan, bisa rental sepeda seharian. Sayangnya gue ga nanya langsung kemarin, tapi dari hasil blogwalking, katanya sih harga sewa nya Rp15.000.

Penduduk lokal disana banyak banget yang menggunakan motor untuk kesana-kemari. Jadi, hati-hati di jalan ya, karena memang jalanannya kecil seperti gang.

Penginapan di Pulau Tidung

Seperti yang gue jelasin diatas, banyak penginapan di pinggir pantai jika kamu jalan menuju barat dari pelabuhan. untuk yang rombongan juga banyak tersedia homestay. Nggak perlu takut kehabisan, kamu bisa langsung melakukan transaksi ditempat.

Kenapa gue bisa yakin? karena waktu gue berkunjung kesana, banyak homestay/kamar penginapan yang masih kosong. Padahal, gue kesana pas long weekend. Harga standartnya dikisaran Rp300.00/malam untuk kamar dengan kamar mandi dalam dan AC. Untuk yang kamar mandi bersama pasti lebih murah lagi. Satu kamar pun bisa diisi sesuka hati aja, asal bisa nego sama yang punya.

Nah ternyata sewaktu disana, gue baru tau ada yang ngecamp di Pulau Tidung Kecil. Pantas saja gue menemukan beberapa orang di Pelabuhan yang menggunakan carrier, sedangkan kebanyakan hanya menggunakan backpack. Mungkin saja itu berisi tenda ya buat ngecamp.

Jadi, bagi kalian yang ingin merasa lebih “alam” atau budget penginapan minim, bisa pasang tenda saja di pantai. Untuk di Pulau Tidungnya sih gue belum tau spot ngecamp yang nyaman dimana, jadi mungkin kalian bisa ikutin orang-orang yang ngecamp di Pulau Tidung Kecil.

Plus dan Minus Menggunakan Open Trip Pulau Tidung

Oke lah jadi mari kita simpulkan plus dan minus ikutan Open Trip Pulau Tidung

  • Harga, menurut gue nggak beda jauh harga yang dikeluarkan jalan sendiri dengan open trip (tarif open trip gue Rp330.000/orang). Open trip gue bisa murah karena homestay yang dibagi banyak orang.
  • Kalau kamu mudah bergaul, maka dengan ikut open trip kamu akan mendapat banyak kenalan baru
  • Tinggal menikmati liburan karena nggak perlu mikir penginapan, makan, dll
  • Punya guide yang bisa ditanya-tanya tentang Pulau Tidung
  • Tanpa open trip kamu lebih leluasa menyusun agenda mu sendiri
  • Umumnya, paket open trip akan menyediakan dokumentasi saat kalian snorkeling (cocok buat yang nggak punya kamera underwater)

Ohiya selama ikut open trip kemaren, ternyata biaya yang masih harus dikeluarkan adalah biaya watersport, parkir di setiap spot wisata, dan biaya peron pelabuhan. Biaya peron 2rb, biaya setiap parkir 2rb. Jadi bisa kalian siapkan dan masukkan ke budget kalian.

Jadi kalau kalian lebih milih privasi dan waktu yang suka-suka, mending jalan sendiri. Nggak ada ruginya juga, karena sewa apapun itungannya per-orang(kecuali penginapan ya). Nah kamu udah menentukan belum jadi mau pake jasa open trip/paket wisata atau urus sendiri? Yuk berlibur ke Pulau Tidung.

 

8 Comments

  1. Putu Ayu September 5, 2017
    • insalamina September 6, 2017
  2. Nadella September 5, 2017
    • insalamina September 6, 2017
  3. ain_amush September 6, 2017
    • insalamina September 7, 2017
  4. Septia September 9, 2017
  5. Ranselusang September 12, 2017

Leave a Reply