Cerita dibalik Sam Po Kong

Sam Po Kong merupakan sebuah kuil yang berada di Semarang Utara. Tempat ini  selain menjadi tujuan wisata juga masih digunakan sebagai tempat sembahyang keturunan Tionghoa. Awal muasalnya Sam Po Kong dibangun untuk menghargai Laksamana Cheng Ho pada zaman dahulu kala. Pokoknya kalian belum lahir.

Uniknya, Laksamana Cheng Ho sendiri memeluk Agama Islam pada saat itu, beliau berhenti di daerah Semarang Utara ini karena ada awak kapalnya yang sakit.

Hal yang bikin gue berkunjung kesini sebenarnya adalah karena ada tugas mata kuliah Sejarah Arsitektur Mancanegara. Gue kebagian ngebahas Arsitektur China, nah jadilah Klenteng Sam Po Kong ini gue pilih. Kalau diliat-liat nih ya, gue emang kayak lagi di China beneran ga sih? dengan segala ornamen dan suasana di dalam Sam Po Kong

sam po kong

Arsitektur China

Gak heran sih salah satu temen gue bilang kalo masuk klenteng ini maka akan serasa di China. Vibe nya emang berasa banget dengan segala ornamen dari kawasan  ini.

Klenteng Sam Po Kong telah berubah dari bangunan kayu tradisional menjadi bangunan beton besar beratap Ngang Shan. Atap Ngang Shan ini adalah atap khas dari Arsitektur China. Kok gue tau? ya kan eike diajarin pak di kuliahan 🙁

Dahulu kala, ada bangunan di depan gua Sam Po Kong, di kaki sebuah bukit kecil, nah sekarang sudah dipindah dan sebagian bukit dipapas demi memberi ruang untuk bangunan baru. Ruangan ini khusus untuk beribadah saja.

Bangunan – bangunan baru dibuat dengan bahan dan teknologi baru. Klenteng direkontruksi menggunakan bahan bangunan baru, yang tidak lagi memperlihatkan tampilan asli. Walaupun bahan bangunan berubah, Arsitektur Cina tetap mempertahankan konfigurasi ruang dan kosmologi. Penyusunan ruang klenteng tidak berubah dari bentuk awalnya

sampo2

sam po kong

sampo

sam po kong

Kalau kamu mau tau seluk beluk Sam Po Kong dan detail arsitekturnya maka kamu wajib sewa guide disini. Harga sewa guide Rp30.000 aja, beliau ini bisa jadi informan yang sangat berguna buat kalian.

Hal unik yang gue temukan disini adalah…. di kawasan ibadah Tionghoa ini terdapat mushola di dekat pintu masuk. Wah sangat toleransi sekali ya, aku terharu. Hmm mungkin karena tempat ini juga jadi tempat wisata sih jadi fasilitas nya memadai.

Harga Tiket

Tiket untuk wisatawan Rp 5.000, jika ingin berkunjung ke dalam tempat sembahyang maka akan dikenakan tambahan Rp 20.000. Nah, kalau yang memang niatnya untuk sembahyang maka tidak perlu membayar harga tiket (sistemnya nanti akan dikembalikan yang Rp 5.000 tadi).

Jam buka mulai dari 08.00 – 17.00

 

Leave a Reply