Sedikit Cerita dari 3265 Mdpl

Ehm.
Sepertinya gue tipe yang kalau cerita harus saat itu juga, karena kalau ditunda bisa jadi lupa semua sama yang mau dicurahkan. Gue juga suka kalo cerita ngalur ngidul tidak pada tema nya hahaha.

Oke, jadi ini adalah cerita bersambung yang berdiri sendiri. hetdah maksudnya apa.. jadi ini seperti cerita yang berkesinambungan yang kalau kamu ga baca cerita sebelumnya kamu akan tetap mengerti. *makin pusing*

Bimsalabim. intinya sudah ditentukan 6-7 Juni 2015 untuk ke Gunung Lawu via candi cetho, namun karena ada yang tidak jadi ikut akhirnya kita gajadi lewat cetho *sedih serentak* karena kita hanya beranggotakan empat orang yang dua diantaranya adalah WNA, kita ga berani lewat cetho huhu, lalu kita melipir ke jalur satunya, yaitu cemoro kandang.

Yeayeyeyye, entah kenapa excited. Setelah urusan packing dan retribusi selesai kita mulai naik sekitar jam 9an. Ohya kenalan dulu sama personilnya, yaitu Ravi, Parth, Tofa, dan Kak Rima.

 

Selama perjalanan terbentuk posisi 3 – 2 yang artinya 3 didepan (gue, Ravi, Parth) dan 2 di belakang (Tofa dan Kak Rima) yang entah bagaimana caranya setelah stamina Parth stabil, berubah posisi menjadi 2-1-2 yak gue yang ditengah, jalan dengan kesendirian, mau nyusul tapi ya kok mereka ngebut, mau nunggu tapi ya kok yang dibelakang lama. Jadilah sepanjang jalan gue galau galau dilema sambil melihat alam lebih dekat *halah*
Akhirnya tim kita dipertemukan kembali di Pos 3, dengan keadaan Ravi menjadi primadona yang digandrungi gadis gadis belia minta foto, Parth berleha leha pura – pura tidur, Tofa yang datang bagaikan porter bawain tas Kak Rim, dan Kak Rima datang yang disambut meriah oleh Ravi yang masih asik foto foto.

 

Gak kerasa hari semakin sore aja, yang tadiya mikir bakal ngecamp di pos 4 pas masih sore ternyata sirna karena fisik yang udah makin capek. Walaupun view nya lagi bagus – bagusnya buat foto, tapi apalah daya gue yang ngerasa udah ugh… “kasur mana kasur?” Akhirnya sampailah kita di sabana pos 4 yang anginnya menusuk sampe tulang. Berdasarkan beberapa faktor seperti sepinya pendaki kala itu, kencengnya angin kala itu, tersuguhnya bangunan nan hangat, jadilah kita sepakat mendirikan tenda didalam bangunan HUAHAHAHAHA
Sekitar jam 7 an pagi kita mulai bergegas, masak ikan goreng, tempe, dan tahu yang dimasakin sama calon ibu, haha thx Kak Rim. Lalu setelah beres beres kita lanjut menuju puncak, Ravi dan Parth pergi duluan yang selama perjalanan kita gabisa menemukan mereka.
Sekitar satu jam berlalu akhirnya kita sampai dipuncak, dan apa yang kita lihat? Ravi dan Parth sudah tiba dan katanya sudah menunggu sekitar 30 menit an. Mereka hanya jalan lurus terus istilahnya motong kompas lah ya gak ngikutin jalur yang ada, jadi lebih cepat dan resiko nya adalah mereka melalui jalan yang terjal.
Setelah nungguin gue, Tofa, dan Kak Rim sampai akhirnya kita bisa selfie di puncak! yeay. Kasian banget WNA itu setelah sampai puncak kerjaannya cuma duduk duduk diliation orang aja hahaha
Sepertinya kita gak lama berada di puncak, hanya sekedar foto – foto dan nyemil ringan. Lalu kita melanjutkan perjalanan turun mengingat hari sudah semakin siang, posisi pulang sudah tidak beraturam, yang kuat jalan yang capek istirahat. Jadi selama perjalanan pulang kerjaannya cuma susul menyusul sudah tidak ada urutan lagi, sampai akhirnya kita semua bermuara di pos 2 jalur cemoro sewu untuk nyemil nyemil ringan.
Tiba di basecamp Cemoro Sewu saat matahari sudah terbenam, dilanjut makan malam sambil nunggu mobil jemputan yang udah dipesen Kak Rim. After all, it’s such an awesome experience.

 

Leave a Reply