Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengalaman Menikmati Indahnya Pulau Bali di Akhir Pekan

Di sini gue mau mencoba menceritakan bagaimana gue menikmati chill nya Pulau Bali.

Sebagai prinsip, gue lebih suka rutin menabung tiap bulan. Jadi, ketika mendadak ingin liburan bisa langsung Go tanpa ba-bi-bu. Liburan ke Bali ini salah satunya, mendadak beli tiket adalah jalan ninja ku.

Pulau Bali adalah opsi destinasi wisata terakhir setelah sebelumnya ingin berkelana ke Singapura dan Lombok yang gagal.

Beli tiket pesawat melalui traveloka dan tiket com memanfaatkan promo yang diberikan. Kenapa keduanya? ya karena kita harus bisa memaksimalkan promo yang ada dan menggabungkan nya agar lebih cuan.

Alhasil, tiket PP CGK – DPS seharga Rp 2,5 juta dengan maskapai Garuda dan Citilink sudah di tangan.

Perjalanan tinggal menghitung hari, kita memilih menyewa kendaraan pribadi untuk mengelilingi Bali. Sehubungan dengan jiwa muda yang masih ingin ber-adventure ria, maka kami pilih menyewa motor! Sewa motor Nmax, Honda Vario dan PCX. Kenapa beda-beda? Ya tentu saja biar bisa nyobain ganti-gantian.

Touring motor di Bali

Harga sewa motornya mulai dari Rp 70.000/24 jam hingga Rp 150.000/24jam. Total biaya sewa motor kami berempat adalah Rp 995.000 untuk 3 hari (2×24 jam).

Jika dibagi berempat maka biaya nya Rp 200.000++/orang

Jumat, Hari Pertama

Lepas landas dari Soekarno Hatta pukul 14.00 siang, mendarat sudah mulai sunset. Kami langsung menuju hotel di daerah Seminyak.

Kali ini kami menginap di Hotel Alea Seminyak, harga per malam nya Rp 463.300/kamar, tentu saja gue memanfaatkan diskon dari Tiket com jadi cuma bayar Rp 430.000/kamar/malam.

Harga kamar di atas adalah harga untuk kamar deluxe dengan akses ke kolam renang di lantai 1 dan sudah termasuk sarapan pagi.

wisata bali

Menikmati makan malam di Warung Made

Sesungguhnya belum kepikiran mau makan malam dimana, setelah bingung nyari lewat google akhirnya kita memutuskan untuk makan malam di Warung Made.

Baru pertama kali nyobain makan di Warung Made, so far pelayanannya memuaskan, berasa punya dedicated waitress khusus untuk meja kami.

Menu rekomendasi kalau datang ke sini adalah nasi campur Bali, gue pribadi nyobain yg biasa aja udah begah banget, porsi nya super banyak!

Sabtu, Hari Kedua

Melewatkan sarapan di hotel karena memilih untuk mencicipi tempat makan Sari Indah. Kita sampai di sana pukul 09.10 pagi, tepat 10 menit setelah warung nya buka.

Sarapan Murah Meriah di Sari Indah, Kuta

Menu favorit gue adalah dendeng balado nya, crunchy, lumayan pedes, gurih dan nagih banget asli. Harga nya pun murah. Bener-bener tempat makan termurah selama kita di Bali.

Bayangin aja, gue makan pakai nasi, dendeng balado, orek tempe dan sayur cuma Rp 15.000

Hunting Air Terjun di Bali

Perjalanan dilanjutkan untuk menuju Air Terjun Tukad Cepung di utara Bali.

Waktu terbaik untuk mengunjungi air terjun ini adalah di pagi hari, biar bisa foto dengan cahaya ilahi dari balik goa. Lebih baik pakai baju yang siap basah, karena ya kali dah ga basah.

Sangat amat disarankan untuk ke sini menggunakan transportasi pribadi, karena gaada transport umum di sekitar sini. Yaa kecuali kalau kalian pakai grab car / go car.

Tiket masuk air terjun Tukad Cepung seharga Rp 15.000/orang. Semua dikenakan biaya yang sama baik warga lokal maupun mancanegara.

air terjun tukad cepung

Jalur menuju air terjun Tukad Cepung juga lumayan bikin pegel-pegel. Harus menuruni tangga dengan ketinggian +- 30 cm. Emang dashyat banget ini yang bikin tangga nya.

Trek awal kalian akan menyusuri tangga menurun hingga akhirnya ketemu dengan air sungai yang mengalir. Air yang mengalir itulah yang nantinya jadi air terjun di dasar.

Makan siang di Bebek Bengil, Ubud

Percaya atau nggak, ini adalah bebek terenak sepanjang masa! Pingin banget makan lagi di sini.

Terima kasih kepada Mas Aji yang ngide dan kekeuh pengen makan siang di Bebek Bengil. Sungguh tak menyesal.

Kalau kalian ke sini wajib banget buat pesen bebek bengil nya aja udah itu the best. Harga nya memang lumayan pricey sekitar 90rb an blm termasuk pajak, tapi itu semua akan terbayar begitu kalian menyantap sang bebek dengan kulit crispy.

Chill bersama Chef Juna dan Tamara Bleszynski di Omnia

omnia bali

clickbait! hehe

Kebetulan aja waktu gue mampir ke Omnia Beach Club di Bali, di sana ketemu dengan Chef Juna dan Tamara. Cuma papasan aja guys 🙁

Harga tiket masuk kala itu jadi 700rb karena sedang ada DJ Above & Beyond. Sangat disarankan beli online, apalagi kalau mau open table, wajib banget reservasi dulu.

Minggu, Hari Ketiga

Memulai hari dengan sarapan di Nook Cafe dengan pemandangan sawah membentang. Ditemani oleh anjing polkadot yang tiba-tiba datang untuk tidur begitu saja.

Suasana santai yang jarang sekali didapatkan di tengah Ibukota.

Sepertinya Nook Cafe ini adalah tempat makan hits bagi remaja kekinian ya, banyak banget spot foto yang gue lewatkan karena udah fokus aja gitu sama pemandangan sawah di depan.

Lain kali kalau ke sini harus diniatkan untuk foto-foto kayaknya nih.

Berburu Oleh-oleh Khas Bali di Krisna

Hari terakhir ini kita gunakan untuk belanja oleh-oleh di Krisna pagi hari, wah rasanya agak kalap juga karena jadi pengen belanja berbagai baju tipis untuk tidur.

Sudah bukan rahasia lagi, setiap ke Bali pasti beli oleh-olehnya di Krisna. Mau cari baju bali, brem, pie susu, lulur kecantikan, kain bali sampai barang terandom pun tersedia di Krisna.

Santai Berjemur di Finns Club Bali

Menikmati masa-masa terakhir liburan di Bali kali ini dengan berjemur di Finns Club.

Setelah belajar dari kesalahan saat mengunjungi Omnia, kali ini gue reservasi sehari sebelumnya biar bisa pesen bed dengan view pantai.

Harga untuk pesan bed nya yaitu Rp 3.600.000/4 orang, semua biaya itu bisa diconvert menjadi makanan dan minuman di Finns Club. Jadi, nggak rugi ya?

Kalau memang ingin santai seharian di Finns memang lebih baik pesen tempat aja. Serunya lagi, makanannya bisa ditake-away. Jadi nggak ada sepeser pun yang terbuang.

Sampai jumpa lagi Bali!

2 Comments

  • Bara Anggara
    Posted April 17, 2020 at 10:33 pm

    adventurenya dapet, hedonnya juga dapet,, mantull.. 2x ke Bali belum pernah sekalipun ke beach clubnya. pernah mau ke rockbar tapi dilarang masuk karena pake kaos lekton + celana pendek, wkwk..

    -Traveler Paruh Waktu

    Reply
  • mustopha
    Posted May 12, 2020 at 2:59 pm

    mbok aku diajakin jalan jalan ke bali.

    Reply

Leave a Comment

0.0/5

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.