<p>&#8220;Kak, bikin cara menjadi travel blogger dong pake panduan step-by-step&#8221;</p>
<p>Oke baik, sobat traveller ku. Kali ini akan gue bahas dengan lebih detail dan terang-terangan, agar kalian bisa menjadi travel blogger setelah selesai membaca artikel ini sampai akhir. Step-step mulai dari cara bikin website/blog sampai bagaimana cara mendapatkan <em>audience</em> untuk blog kalian.</p>
<!-- WP QUADS Content Ad Plugin v. 2.0.92 -->
<div class="quads-location quads-ad1" id="quads-ad1" style="float:none;margin:0px 0 0px 0;text-align:center;">

</div>

<p>Dalam dunia <em>blogging</em>, sebenarnya gue sudah berkecimpung selama kurang lebih 9 tahun. Dulu sih hanya menggunakan blog gratisan yang isi artikelnya hanyalah curhatan belaka. Lama-kelamaan, gue mulai berfikir untuk memberikan hal yang lebih bermanfaat kepada orang lain. Gue mulai serius untuk travel blogging. Gue melakukan <em>research</em> mengubah blog gratisan gue menjadi blog yang lebih profesional lagi.</p>
<p>Nyatanya, memiliki website sendiri lebih menyenangkan dan terlihat profesional.</p>
<p>Semenjak artikel gue tentang <a href="https://insalamina.com/traveller-yang-menginspirasi/">5 traveller yang menginspirasi</a> <em>publish</em>, semakin banyak yang ingin menjadi traveller dan menuliskan pengalamannya pada blog. <em>So</em>, <em>here we go</em>, cara menjadi travel blogger ala insalamina:</p>
<h3>1. Tentukan <em>Personal Brand</em></h3>
<p>Personal brand disini bisa juga dibilang sebagai ciri khas. Hal ini yang menjadikan kamu beda dibanding travel blogger lain. Ingat, kalian harus konsisten dengan <em>brand</em> diri kalian sendiri, sehingga pembaca mudah mengenali. Setiap mendengar kata tertentu maka <em>audience</em> akan mengingat kalian. Misal, setiap mendengar traveller wanita yang ngomong seadanya terang-terangan mengenai pengalam travelingnya langsung keinget Mbak Trinity.</p>
<p>Beda lagi kalau ngomongin travel blogger khusus pendakian, langsung keinget dengan Bang Acen di JalanPendaki.com.</p>
<p><a href="https://insalamina.com/wp-content/uploads/2017/11/pendaki-blogger.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1336" src="https://insalamina.com/wp-content/uploads/2017/11/pendaki-blogger.jpg" alt="" width="800" height="533" /></a></p>
<p>Kamu bisa mulai dari kategori keuangan, <em>style</em>, fotografi atau apapun. Sesungguhnya banyak sekali ciri khas, namanya juga ciri khas pastinya berbeda-beda setiap orang. Mungkin bisa <em>couple traveller</em>, jomblo <em>traveller</em>, hijab <em>traveller</em>, komedi atau lainnya.</p>
<h3>2. Pilih Nama Website yang Baik</h3>
<p>Pilih nama yang mudah diingat, pendek dan menarik. <em>The simple the better</em>. Mudah diucapkan dan mudah untuk diketik. Nama ini juga bisa menjadi bagian dari <em>brand</em> diri kalian, misal kalian ingin menjadi traveler yang lucu, ya namanya kocak aja sekalin.</p>
<ul>
<li>Hindari Nama yang Mainstream</li>
</ul>
<p>Bayangkan saja, pastinya banyak sekali travel blogger yang ada di dunia ini. Dari begitu banyaknya nama, kamu harus bisa <em>stand out</em> dibanding yang lainnya. Pilih lah nama yang <em>anti-mainstream</em> yang sesuai dengan personal kamu. Hindari nama koper rina, koper biru, koper usang. Penggunaan nama &#8216;koper&#8217; walaupun identik dengan<em> traveling</em> namun sudah terlalu banyak digunakan. Sehingga sulit membedakan dengan yang sudah ada.</p>
<p>Menggunakan nama mu pribadi bisa menjadi alternatif yang baik. Pembaca mu nantinya akan lebih mudah mengenali siapa penulisnya.</p>
<ul>
<li>Hindari Menggunakan Kata dan Tanda Baca</li>
</ul>
<p>Tetap gunakan kata yang mudah diingat tanpa tanda baca dan angka. Hal ini untuk memudahkan kamu memberikan alamat travel blog ke orang lain. Jika suatu saat bertemu calon pembaca yang potensial, bayangkan raut wajahnya yang bingung saat kamu menyebutkan bahwa nama travel blog mu adalah &#8216;<em>saya jalan strip jalan 007 dot com</em>&#8216; (sayajalan-jalan007.com)</p>
<h3>3. Milikilah sebuah Website (Blog)</h3>
<p>Terdapat banyak layanan pembuatan website yang bisa membantu mu, salah satunya yang gue rekomendasiin adalah <a href="https://www.domainesia.com/?aff=4423">DomaiNesia</a>. Kamu bisa <a href="https://www.domainesia.com/panduan/membuat-website-dengan-mudah/">membuat website sendiri</a> dengan mudah, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah membeli domain dan hosting. Apa itu Domain dan Hosting? sederhananya bisa kita analogi kan sebagai berikut:</p>
<p><a href="https://insalamina.com/wp-content/uploads/2017/11/analogi.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-1327" src="https://insalamina.com/wp-content/uploads/2017/11/analogi.gif" alt="" width="800" height="304" /></a></p>
<p>Untuk membuat website, kamu membutuhkan domain dan hosting. Domain adalah alamat untuk menuju website kamu, contohnya insalamina.com adalah nama domain dari travel blog gue. Kita ibaratkan sebagai nama jalan, dengan nama ini lah orang akan mengakses untuk menuju rumah (website) kalian. Nah sedangkan hosting adalah lahan/kavling yang menampung website kalian. Besar nya hosting tergantung dengan isi dari website kalian.</p>
<ul>
<li>Beli Domain</li>
</ul>
<p>Setelah kamu menentukan nama untuk travel blog, segera daftarkan nama domain kamu. Bisa jadi, diluar sana ada orang yang ingin menggunakan nama domain yang kalian pikirkan. Jadi segeralah pesan nama tersebut. Gue sangat menyarankan untuk memiliki nama yang sama antara blog dan semua social media yang digunakan untuk memudahkan pembaca mencari kalian.</p>
<ul>
<li>Memilih <a href="https://www.domainesia.com/panduan/tips-memilih-hosting-untuk-pemula/">Hosting untuk Pemula</a></li>
</ul>
<p>Hosting harus disesuaikan dengan kebutuhan kita. Untuk pemula, gue saranin pilih aja yang <em>lite</em>. Nantinya kamu bisa <em>upgrade</em> lagi untuk mendapatkan kapasitas yang besar. Beda hal nya kalau kamu sudah yakin akan banyaknya pengunjung website kamu dari hari pertama kamu <em>launch</em>, kamu bisa memilih hosting berkapasitas besar.</p>
<p>Besarnya hosting ini bergantung dengan banyaknya kapasitas foto, tulisan, video (konten) yang ada di website kamu nantinya. Kapasitas hosting untuk pemilik website portofolio jelas berbeda dengan hosting untuk toko<em> online</em>.</p>
<h4>Kenapa harus DomaiNesia?</h4>
<p>DomaiNesia memiliki lokasi server di Jakarta, yang artinya dekat dengan kita dan cocok untuk travel bloger berbahasa Indonesia yang mayoritas pengunjungnya berasal dari Indonesia. Lokasi server yang berdekatan ini berpotensi untuk dapat mengakses website dengan lebih cepat.</p>
<!-- WP QUADS Content Ad Plugin v. 2.0.92 -->
<div class="quads-location quads-ad2" id="quads-ad2" style="float:none;margin:0px 0 0px 0;text-align:center;">

</div>

<p>Memiliki layanan yang baik untuk para cutomer, tanggapannya cepat sehingga sangat membantu dalam membuat website. Ditambah, ada garansi uang kembali jika kamu nggak puas dengan layanan dari DomaiNesia. Selain itu, DomaiNesia memiliki banyak review positif yang bisa kamu lihat beberapa dibawah ini.</p>
<p><a href="https://insalamina.com/wp-content/uploads/2017/11/testi-domainesia.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1329" src="https://insalamina.com/wp-content/uploads/2017/11/testi-domainesia.jpg" alt="" width="800" height="533" /></a></p>
<p>Buat kamu yg ingin beli hosting di DomaiNesia dan mendapatkan potongan 20% bisa gunakan kode kupon &#8220;<strong>INSALAMINA</strong>&#8221; dan kode kupon &#8220;<strong>INSAL20</strong>&#8221; untuk pembelian VPS. Aku baik, kan?</p>
<h3>4. Belajar Cara Menggunakan Website</h3>
<p>Menggunakan sebuah website bagi orang awam memang terbilang cukup sulit. Tapi nggak perlu khawatir, kamu bisa dengan mudah membuat website sendiri dengan fitur Instant Deploy DomaiNesia.</p>
<p>Nah, untuk menggunakan fitur Instan Deploy, kamu cukup klik menu Web Apps. Lalu, pilih kategori &#8216;blog&#8217;, disana akan ada pilihan WordPress, Drupal, Joomla, dan Ghost. Kalian juga bisa melihat contoh website dari masing-masing pilihan tadi. Gue saranin untuk menggunakan wordpress. Kenapa?</p>
<p>Kebanyakan travel blogger menggunakan WordPress karena penggunannya yang mudah dan profesional. Ini bukan lah hal yang wajib dilaksanakan, namun gue pribadi lebih merekomendasi kan membuat website berbasis WordPress.</p>
<p><a href="https://www.domainesia.com/apps/" target="_blank" rel="noopener"><img class="aligncenter wp-image-1323 size-full" src="https://insalamina.com/wp-content/uploads/2017/11/instantdeploy.jpg" alt="" width="800" height="450" /></a></p>
<p>Setelah memiliki, sekarang saatnya untuk belajar menggunakannya dan mengoptimalkannya. Lebih jelasnya kamu bisa mengakses panduan tentang menggunakan website <a href="https://www.domainesia.com/panduan/">disini</a>. Disana terdapat penjelasan mulai dari VPS, Billing, Domain, Keamanan dan lain-lain.</p>
<p>Panduan yang diberikan oleh DomaiNesia juga sangat jelas bagi orang awam sekalipun. Ada penjelasan untuk mengetahui <a href="https://www.domainesia.com/panduan/cara-login-panel-domainesia/">cara login cpanel di DomaiNesia</a>, plugin yang disarankan, cara transfer hosting, wah lengkap deh.</p>
<p>Sudah terlanjur beli domain dan hosting bukan melalui fitur Instant Deploy? tenang, kamu bisa install WordPress melalui softaculous. Softaculous ini adalah fitur yang ada di cpanel yang berguna untuk mempermudah dalam proses instalasi CMS.</p>
<h3>5. Install Plugin</h3>
<p>Ada banyak plugin gratis maupun berbayar untuk WordPress. Kamu harus bisa mengatur plugin se-efisien mungkin. Menginstall plugin yang tidak perlu hanya akan memperberat website kamu. Jadi pastikan plugin itu benar-benar kamu butuhkan ya. Nah ini dia rekomendasi plugin yang harus kamu install versi gue:</p>
<ul>
<li>Akismet</li>
<li>W3 Total Cache</li>
<li>Share Buttons Addthis</li>
<li>Easy profile Widget</li>
</ul>
<p>untuk rekomendasi lainnya serta penjelasan bisa kamu baca artikelnya <a href="https://www.domainesia.com/blog/2017/09/plugin-gratis-wordpress/">disini</a>.</p>
<h3>6. Mulai Menulis Konten Berkualitas</h3>
<p>Semakin aktif blog kamu, semakin baik juga blog tersebut. Aktif disini adalah sering mem<em>publish</em> artikel terbaru. Tapi ingat, tidak hanya banyak artikel, namun kualitas dari isi artikel pun perlu diperhatikan. Artikel yang tidak berkualitas, yang tidak memberikan dampak pada pembaca nya, maka tidak akan disukai oleh pembaca. Lebih baik memiliki sedikit artikel namun pembaca senang dan berpotensi melakukan <em>share</em> pada orang lainnya. Dengan begini <em>audience</em> mu akan lebih banyak.</p>
<p><a href="https://insalamina.com/wp-content/uploads/2017/11/mulai-menulis-artkel.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1339" src="https://insalamina.com/wp-content/uploads/2017/11/mulai-menulis-artkel.jpg" alt="" width="800" height="533" /></a></p>
<p>Gunakan foto yang representatif dengan kualitas yang cukup baik. Tidak perlu dengan kamera profesional, kamu bisa memulai dengan kamera <em>smartphone</em>. Pastikan foto yang diambil tidak blur dan mendapat pencahayaan yang cukup. Jika kamu mempunyai <em>skills</em> edit foto, bisa kamu gunakan agar foto yang ditampilkan lebih optimal.</p>
<h4>Tapi aku lagi nggak <em>traveling</em> ke tempat yang menarik nih, nulis apa dong?</h4>
<p>Menarik atau nggak nya suatu tempat tergantung cara kamu melihatnya. Misalnya nih, kamu tinggal di Bandung dan nggak ada rencana traveling kemana-mana. Ya tulis saja sesuatu tentang Bandung! Banyak loh orang diluar sana yang membutuhkan informasi tentang wisata di Bandung. Kamu bisa memulai dari tempat makan yang biasa kamu pilih, atau ya wisata yang pernah kamu kunjungi.</p>
<p>Hal yang mungkin nggak menarik bagi kamu, belum tentu tidak menarik bagi orang lain. Jadi, tuliskan saja, anggap saja sebagai pemanasan untuk menulis tempat yang menarik lainnya. Andaikan benar-benar <em>clueless</em> mau nulis apa (bisa jadi juga karena lupa) kamu bisa berbagi cerita atau tips bagaimana kamu menabung untuk destinasi impian kamu selanjutnya.</p>
<p>Selama itu bermanfaat, nggak ada salahnya loh dibagikan ke orang lain.</p>
<h3>7. Sebarkan Melalui Social Media</h3>
<p>Pertama-tama mungkin kamu memiliki teman dekat dan keluarga sebagai pembaca tetap, itu awal yang bagus. Namun, untuk menjadi travel blogger secara profesional, kamu membutuhkan lebih banyak pembaca. Gunakan social media sebagai <em>buzzer</em> artikel website mu sendiri.</p>
<p>Lakukan lah posting setiap kali ada artikel yang <em>publish</em>, tuliskan deskripsi singkat juga mengenai isi artikel tersebut. Penulisan dibuat semenarik mungkin untuk memikat daya tarik pembaca. Agar mereka minat membaca artikel mu, kamu ga perlu memberi judul <em>clickbait</em>. Berikanlah konten artikel yang memang dibutuhkan<em> audience</em> mu dan berkualitas.</p>
<p><a href="https://insalamina.com/pengalaman-naik-pesawat/"><img class="aligncenter size-full wp-image-1330" src="https://insalamina.com/wp-content/uploads/2017/11/socmed.jpg" alt="" width="800" height="533" /></a></p>
<p>Good luck ya! Semoga panduan cara menjadi travel blogger ini bermanfaat ya. Yuk sharing-sharing bareng di kolom komentar, kalau ada pertanyaan lebih lanjut bisa lewat komentar atau email gue di hello@insalamina.com
<!-- WP QUADS Content Ad Plugin v. 2.0.92 -->
<div class="quads-location quads-ad3" id="quads-ad3" style="float:none;margin:0px 0 0px 0;text-align:center;">

</div>
</p>
<p>Kayaknya enakan di kolom komentar ya, biar yang lain bisa baca juga. hehe.
<!-- WP QUADS Content Ad Plugin v. 2.0.92 -->
<div class="quads-location quads-ad4" id="quads-ad4" style="float:none;margin:0px 0 0px 0;text-align:center;">

</div>


7 Cara Menjadi Travel Blogger dengan Mudah ft. DomaiNesia

menjadi penulis yang sering jalan-jalan memang terlihat menyenangkan, bagaimana sih cara memulai menjadi travel blogger?
