Site icon Meet the Traveller

Healing di Gunung Papandayan, Mendaki Tanpa Carrier

dua pendaki di gunung papandayan

&NewLine;<p><em>It&&num;8217&semi;s been a loooooooong time<&sol;em>~ Akhirnya&excl; Setelah sekian bulan pernama&comma; bisa lagi merasakan pengalaman mendaki gunung&period; Kali ini mendaki di Gunung yang ada di Jawa Barat dengan ketinggian 2&period;665 mdpl&comma; yaitu Gunung Papandayan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Merupakan sebuah cita-cita sejak lulus kuliah untuk bisa melakukan pendakian ini&comma; karena sebagai orang yang lahir dan tinggal di Jawa Barat pastinya nggak afdol dong ya udah melalang buana ke gunung-gunung di Indonesia tapi belum pernah ke <em>explore<&sol;em> gunung di Jawa Barat&period;<&sol;p>&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 2&period;0&period;92 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px 0 0px 0&semi;text-align&colon;center&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Berhubung gue udah sekitar 5 tahunan nggak naik gunung dan bisa dibilang nggak pernah olahraga juga&comma; jadi gue harus realistis pendakian kali ini harus yang mudah tapi megah&period; Maka gunung pertama di Jawa Barat dan juga pertama setelah hiatus haruslah papandayan&period; Tidak terlalu tinggi&comma; perjalanan hanya 3-4 jam&comma; terakomodir dengan baik&comma; dan yang paling penting&comma; banyak pos warung dan toilet&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Cocok banget buat para pendaki pemula dan para pendaki hiatus&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Apakah gunung ini tidak ada minusnya&quest; Tentu aja ada&comma; yaitu harganya yang mahal&period; Bahkan dari setiap orang yang gue temuin selama pendakian ini pun mengakui bahwa Gunung Papandayan merupakan gunung yang luxury&comma; gunung termahal di Jawa Barat&period; Mungkin se-jawa juga kali yaa&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<h2 class&equals;"wp-block-heading">Harga Tiket Masuk Gunung Papandayan<&sol;h2>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Mahal sih&comma; tapi karena sudah dikelola dengan baik oleh TWA Papandayan ya jadi nggak heran sih&period; Fasilitasnya juga oke banget&period; Parkiran mobil super luas&comma; toilet bersih&comma; mushola besar&comma; warung banyak dan juga ada toko rental dan guide pendakian&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Weekdays &lpar;Senin-Jumat&rpar;&colon;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<ul class&equals;"wp-block-list"><li>Retribusi Rp 20&period;000<&sol;li><li>Parkir Mobil Rp 25&period;000<&sol;li><li>Parkir Motor Rp 12&period;000<&sol;li><&sol;ul>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Weekend &lpar;Sabtu-Minggu&rpar;&colon;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<ul class&equals;"wp-block-list"><li>Retribusi Rp 30&period;000<&sol;li><li>Parkir Mobil Rp 30&period;000<&sol;li><li>Parkir Motor Rp 14&period;500<&sol;li><&sol;ul>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<h2 class&equals;"wp-block-heading">Catatan Perjalanan Pendakian Gunung Papandayan<&sol;h2>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Perjalanan di mulai dari Karawang Barat jam 06&period;00 pagi&comma; melintasi tol cipularang menuju Garut&period; Menurut Google Maps&comma; perjalanan kurang lebih akan ditempuh selama 4 jam&excl; Wah ini sih lama di kendaraan ya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Janjian sih jam 7 pagi&comma; tapi disuruh santai terus sama Mas Eky&period; Jadi lah kami sampai jam 9&period;30 di basecamp hahaha&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Siapa Mas Eky&quest; Oke gue ceritain&comma; pendakian kali ini gue memutuskan untuk ikut open trip bareng <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;www&period;instagram&period;com&sol;papandayan&lowbar;id&sol;" target&equals;"&lowbar;blank" rel&equals;"noreferrer noopener">papandayan&period;id<&sol;a>&comma; tentunya dengan beberapa alasan ini&colon;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<ul class&equals;"wp-block-list"><li>Nggak perlu bawa alat pendakian<&sol;li><li>Nambah temen<&sol;li><li>Ada guide<&sol;li><li>Ada yang masakin dan bawain makanan<&sol;li><&sol;ul>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Nyatanyaaaa&comma; di pendakian kali ini cuma ada gue dan Kak Dape aja sebagai tamu&period; Wah ini sih open trip berasa private trip ya&period; Senangnyaaaa ketemu jasa travel yang tetap melakukan perjalanan walaupun hanya 1 orang tamu&comma; jadi ga ada drama cancel-cancelan atau nambah harga hehe&period; Selama pendakian&comma; gue ditemani oleh Mas Eky dan juga Mas Hapid&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Begitu tiba di basecamp cuacanya kurang mendukung&comma; karena hujan terus&comma; dikasih redanya cuma hitungan menit&period; Berhubung udah mulai siang&comma; akhirnya kami memutuskan untuk gas aja lah takut sampai ke tempat ngecampnya terlalu sore&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Nanti kalau cuaca mendukung dan aliran sungai nggak deras&comma; kita akan melipir menuju kawah dulu&comma; cakep bgt&excl;&&num;8221&semi; Kata Mas Eky<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Gas lah&excl;&&num;8221&semi; Sahut gue&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Trek awal dari parkiran basecamp berupa jalur aspal yang agak menanjak&period; Jalur ini terbagi dua yaitu untuk jalur orang dan juga jalur motor&period; Yup&comma; kalau kamu mager bisa banget ke tempat ngecamp pake ojek&period; Tentunya nggak pakai motor bebek sendiri ya&comma; mamang mamang ojek di sini pakai motor trail yang memang buat <em>off-road<&sol;em>&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<h3 class&equals;"wp-block-heading">Melihat Air Terjun di Gunung&comma; Switzerland versi Jawa Barat<&sol;h3>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Beberapa meter kemudian&comma; masih di jalur aspal&comma; gue melipir ke kiri&comma; menuju jalur persimpangan yang agak kabur&period; Persimpangan ini lah yang membedakan jalur normal ke pos 7 dan jalur melalui kawah gunung&period; Check point pertama sebelum kawah Gunung Papandayan adalah sungai dan air terjun kecil&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Suasananya serasa lagi ada di pegunungan swiss&period; Apalagi di tambah kabut kabut setelah hujan&period; Asli ini indah bangeeeet&comma; rasanya ingin lama-lama di sini&comma; tapi sayang sekali masih hujan rintik-rintik&comma; takut masuk angin <em>euy<&sol;em>&excl;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-image size-full"><img src&equals;"https&colon;&sol;&sol;insalamina&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2022&sol;12&sol;air-terjun-papandayan&period;jpeg" alt&equals;"" class&equals;"wp-image-2924"&sol;><&sol;figure>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-image size-full"><img src&equals;"https&colon;&sol;&sol;insalamina&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2022&sol;12&sol;Gunung-Papandayan-Pendakian&period;jpg" alt&equals;"Makan buah berry di jalur pendakian papandayan" class&equals;"wp-image-2916"&sol;><&sol;figure>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Di perjalanan&comma; tepat di sebrang air terjun&comma; kita ketemu sama buah berry liar yang bisa dimakan&period; Emang bisa dimakan tapi tentunya bukan makanan utama ya guys ya&comma; tidak bisa menggantikan perbekalan yang kalian bawa&period; Ini sih sebagai ilmu aja <em>just in case<&sol;em> kita terdampar dan kehabisan makanan&comma; begitu kamu lihat tanaman ini maka kamu bisa makan itu buah sebagai penggajal perut&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<h3 class&equals;"wp-block-heading">Suasana Mistis di Kawah Gunung Papandayan<&sol;h3>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Setelah berjalan sekitar 30 menitan&comma; akhirnya gue sampai di kawah Gunung Papandayan&period; Check point kedua pendakian ini&period; Menurut kedua guide gue&comma; warna kawah Gunung Papandayan ini lagi cantiiiik-cantiknya&comma; hijau tosca&period; Sayangnya langit masih mendung&comma; jadi full itu kawah ketutup kabut&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Kita cuma merasakan beberapa detik saja yang terang dan bisa melihat jelas indahnya kawah dan asap belerang yang tiada henti&period; Habis itu ya gelap lagi&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Seandainya bisa lebih lama cerahnya mungkin gue udah nyeduh teh hangat dulu nih di sini sambil <em>deep talk<&sol;em>&period; Jiahahaha&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-image size-full"><img src&equals;"https&colon;&sol;&sol;insalamina&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2022&sol;12&sol;Kawah-Gunung-Papandayan&period;jpg" alt&equals;"kawah gunung papandayan ditutup kabut" class&equals;"wp-image-2918"&sol;><&sol;figure>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Satu hal yang gue nggak nyangka banget adalah airnya tinggi&excl; Jadi walaupun ini adalah sebuah kawah&comma; tapi kita bisa banget nyemplungin kaki&sol;tangan di air&comma; yang pastinya nggak gue lakuin ya haha&period; Jadi begitu ada di sana&comma; gue rasanya berada di pinggir pantai aja udah bukan di kawah gunung&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Buat lihat lebih jelasnya ada baiknya langsung nonton vlog gue di youtube kali ya &semi;&rpar;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Setelah puas merasakan <em>film the mist<&sol;em> di dunia nyata&comma; gue dan rombongan lanjut lagi menuju pos 7 melalui jalur yang sama seperti menuju ke sini&period; Tapi begitu tiba di sungai&comma; wah langsung pada bingung gimana nyebrangnya&comma; karena aliran sungai mulai naik dan deras&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Kami terjebak&excl;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-image size-full"><img src&equals;"https&colon;&sol;&sol;insalamina&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2022&sol;12&sol;menyusuri-sungai-di-papandayan&period;jpeg" alt&equals;"" class&equals;"wp-image-2925"&sol;><&sol;figure>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Mas Eky dan Mas Hapid sibuk cari cara untuk bisa menyebrangi sungai&period; Mencari-cari batu dan memindahkannya untuk bisa dipijak&period; Gue asik memantau sambil menyemangati&comma; sedangkan Kak Dape sibuk mendokumentasikan keadaan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Sebuah kerjasama tim yang aduhai&comma; kan&quest;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Berhubung memang agak sulit untuk menghindari basah&comma; akhirnya gue hajar ajalah itu air sungai&comma; nggak apa-apa langsung nyemplung aja sepatu ke air&period; Daripada cari-cari pijakan batu licin yang beresiko kepleset&period; Alhasil sepatu gue nyemplung&comma; sedangkan yang lain berhasil tetap kering melewati sungai dengan lincah&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Untungnya sepatu gue <em>waterproof<&sol;em> jadi ga takut basah deh HAHAHA&period; Namun sayangnya untuk Kak Dape&comma; takdir berkata lain&period; Walau sudah lihai menyebrangi sungai&comma; tapi tetap saja alas kakinya basah kena terpaan air yang mengakibatkan lemnya copot dan sepatunya nganga&period; Mau <em>ngikik<&sol;em> tapi suami sendiri&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<h3 class&equals;"wp-block-heading">Pemandian Air Panas di Jalur Gunung Papandayan<&sol;h3>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Trek perjalanan berikutnya jauh lebih mengasyikkan&period; Kami menulusuri berbagai macam warna sungai&comma; mulai dari yang jernih&comma; kemerahan&comma; hijau dan putih&period; Di sini juga kami ngelewatin endapan batuan kapur &sol; belerang yang katanya bagus buat kulit&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Bagian paling serunya adalah ada sungai kecil yang melintas dengan air panas&period; Ini juga berasal dari sumber air yang sama dengan air panas di basecamp papandayan&period; Bedanya cuma kalau di basecamp kita bisa berendam seluruh badan asalkan bayar&comma; nah kalau di atas sini gratis tapi cuma bisa nyemplungin kaki aja &colon;P<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Ngelewatin aliran ini pas lagi hujan hujannya tuh berasa nemu oasis di tengah gurun&period; Begitu tangan gue menyentuh air beuuh rasanya kayak kena air mendidih&period; Selang beberapa detik&comma; baru kerasa nih nikmatnya air panas dan mulai bisa menghangatkan badan&period; Lama-lama jadi berasa rileks dan ingin lebih lama lagi di sini lalu berendam&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Tapi&&num;8230&semi;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Tapi kapannya nyampenya kalau dikit-dikit berhenti lalu bersantai ya kan&quest; Berhubung perut mulai lapar&comma; jadinya langsung bergegas deh ke tujuan selanjutnya&comma; yaitu pos 7&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<h3 class&equals;"wp-block-heading">Jajan dan Tidur Siang di Pos 7 Camp David<&sol;h3>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Di sini gue melihat setidaknya ada 3 warung yang bisa kita singgahi&period; Sebenernya kaki ini masih kuat melangkah&comma; tapi apalah daya jajanan di warung memaksa kami untuk singgah&period;<&sol;p>&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 2&period;0&period;92 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad2" id&equals;"quads-ad2" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px 0 0px 0&semi;text-align&colon;center&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Hujan semakin deras begitu kami sampai di pos 7&comma; seraya mendukung untuk istirahat lebih lama&period; Daripada bengong&comma; gue jajan gorengan dan milo hangat&period; Mungkin sekitar 45 menitan kita istirahat di sini&comma; waktu yang cukup lama&period; Bahkan Kak Dape aja sempet tidur&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Takut jajan lebih banyak&comma; akhirnya memutuskan untuk lanjut berangkat menuju tempat camp&period; Kami mulai berangkat lagi sekitar jam 14&period;00 WIB&comma; masih ditemani hujan tipis-tipis&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Trek selanjutnya masih berupa bebatuan dengan jalur yang datar&comma; lalu menyusuri tebing yang lumayan luas&period; Kata guide kami&comma; dulunya bahkan di sini bisa dilewati oleh mobil&period; Jadi dulunya kawasan di Gunung Papandayan ini menjadi tempat persembunyian orang Belanda&comma; dan untuk menuju tempat ngecamp&comma; mereka biasa menggunakan mobil&period; Bahkan di area camp juga ada bangunan bekas tempat persembunyian mereka&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Asyik mendengarkan cerita sampai tiba-tiba kaget ngeliat ada jembatan di gunung&excl; Wah ini pertama kalinya ngeliat jembatan <em>proper<&sol;em> dengan desain yang lebih mirip dengan yang ada di resto-resto&period; Seandainya nggak hujan mungkin akan lebih cantik untuk foto di sini&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Setelah melewati jembatan&comma; gue ketemu lagi sama jalur motor yang sempet menghilang &lpar;karena kita lewat jalur kawah&rpar;&period; Nah di sinilah mulai berasa perjalanan naik gunungnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<h3 class&equals;"wp-block-heading">Hujan Hujanan Menyusuri Hutan<&sol;h3>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Memasuki jalur hutan yang lebih gelap&comma; tapi untungnya rintikan hujan jadi lebih nggak berasa karena kehalang pepohonan&period; Treknya berubah bebatuan dengan tanjakan yang agak curam dikit&period; Di sini kamu akan dihadapkan dua pilihan&comma; jalur normal atau jalur curam yang ekstrim&period; Jalurnya mengingatkan gue sama pendakian <a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;insalamina&period;com&sol;gunung-merbabu-jalur-suwanting&sol;" target&equals;"&lowbar;blank" rel&equals;"noreferrer noopener">Gunung Merbabu jalur suwanting<&sol;a>&comma; walaupun ini versi lebih<em> easy<&sol;em>nya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Tentu saja gue dan rombongan pilih jalur normal&comma; <em>wong <&sol;em>mau nyantai <em>healing <&sol;em>kok hahaha&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Kaki mulai enggan melangkah&comma; napas mulai tersengal&comma; pikiran mulai mencari lokasi untuk bersandar&period; Baru dikasih nanjak dikit aja udah mulai keinget semua letih pas pendakian di gunung lainnya&period; Momen seperti ini gue manfaatkan untuk ngobrol kilas balik pengalaman pendakian masing-masing di jalur yang lebih ekstrim sambil dikit-dikit minta berhenti untuk di foto&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Plus untuk istirahat juga&comma; karena ternyata raga sudah menua&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Akhirnya tak terasa sudah sampai juga di pos 9&comma; Camp Ghoberhut&period; Sama seperti pos pos sebelumnya&comma; di sini juga ada rentetan warung yang siap sedia menyediakan kebutuhan para pendaki&period; Mulai dari makanan&comma; jajanan&comma; sampai ke tali rafia juga ada&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Gue sampai di pos ini sekitar jam 3 sore&comma; udah kesorean banget untuk makan siang&period; Perut rasanya udah meraung minta dikasih makan&period; Lalu nggak lama kami disajikan nasi ayam goreng lengkap dengan lalapan dan kerupuk&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><em>Beuh<&sol;em>&period; Nikmatnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Waktu sore dan malam kami diisi dengan bikin konten&comma; leha-leha&comma; bikin api unggun&comma; bercengkrama dan tidur-tiduran&period; Sampai akhirnya kami bertemu sebuah kehebohan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<h2 class&equals;"wp-block-heading">Awas Ketemu Bagas di Malam Hari<&sol;h2>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Hari semakin malam&comma; sudah mulai bingung mau ngapain karena di luar hujan rintik-rintik&comma; berkabut dan ya ga bisa ngapa-ngapain&period; Lagi asik-asik menata <em>sleeping bag<&sol;em>&comma; tiba-tiba ada yang heboh banget di tenda lain&period; Sontak gue langsung keluar tenda untuk melihat keributan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Tipikal orang Indonesia&comma; kalau ada keributan berarti ada tontonan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Ternyata&comma; ada yang maling makanan sampai merusak tenda&period; Yah memang&comma; bukan rahasia bagi para pendaki bahwa hal yang berharga selama pendakian dan rawan dicuri adalah logistik&period; Di Gunung Papandayan&comma; sudah terkenal ada sekumpulan preman yang hobi banget nyamperin tenda pendaki di malam hari untuk maling&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Makhluk pendek berbadan gendut itu berani banget datengin para pendaki dan nggak mudah menyerah untuk bisa ngambil yang bukan haknya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Namanya Bagas&comma; nama panjanya babi ganas&period; Begitu sebutan para pendaki dan warga lokal kawasan Papandayan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Kelakuannya bikin para pendaki berucap kasar &&num;8220&semi;dasar babi&excl;&&num;8221&semi;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Tapi pastinya nggak ada yang tersinggung&comma; karena mereka emang babi &colon;&&num;8221&semi;&&num;8221&semi;&rpar;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Alhasil <em>guide<&sol;em> gue bantuin para pendaki lain untuk bisa menghadapi Bagas&period; Mulai dari mengantisipasi kemalingan makanan dengan cara menggantungkannya di pohon sampai cara mengusir di Bagas&period; Tidur gue supeeerr ga tenang semalaman&comma; karena Bagas terus-terusan balik dan lewatnya tepat di samping tenda gue&excl;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Suaranya ngeganggu&comma; tapi yang lebih ganggu adalah para pendaki yang teriak teriak ketemu bagas dan terus memaki&period; Wah asli&comma; ini para pendaki kenapa ga tidur aja sih&quest; haha&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Sewaktu subuh-subuh gue mau pipis&comma; gue kaget ngeliat ada tenda dibangun tepat di depan warung&period; Pas gue cari tau&comma; ternyata itu adalah tenda ibu-ibu yang takut diserang Bagas&comma; jadi bener-bener tidur di depan warung&comma; ngakak abis&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<h2 class&equals;"wp-block-heading">Mengejar Sunrise di Camp Ghoberhut<&sol;h2>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-image size-full"><img src&equals;"https&colon;&sol;&sol;insalamina&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2022&sol;12&sol;Sunrise-Gunung-Papandayan&period;jpg" alt&equals;"sunrise di goberhut papandayan pos 9" class&equals;"wp-image-2917"&sol;><&sol;figure>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Setelah tidur yang teramat tidak nyenyak&comma; gue memaksa diri untuk bangun dan keluar dari tenda karena denger orang-orang di luar pada ngomong &&num;8220&semi;cerah woy cerah&&num;8221&semi; baiklah jadi ada semangat dikit&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Ternyata ga cerah-cerah amat &colon;&lpar;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Tapi oke lah&comma; bisa ngeliat calon gunung yang akan didaki selanjutnya ehehe&period; Yuk yuk&quest;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Untunya lokasi ngeliat sunrise ini cuman berjarak lima langkah dari tenda&comma; jadi nggak ada penyesalan sama sekali untuk beranjak&period; Banyak juga yang foto-foto pake kamera profesional dan bahkan pakai drone&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-image size-full"><img src&equals;"https&colon;&sol;&sol;insalamina&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2022&sol;12&sol;Papandayan&period;jpg" alt&equals;"pendaki di pos 9 papandayan" class&equals;"wp-image-2919"&sol;><&sol;figure>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Sejujurnya senang banget bisa sarapan di atas gunung lagi&comma; ditemani pemandangan indah dan diskusi hangat&period; Ingin berlama-lama nyantai di sini&comma; lalu keingat perjalanan Garut-Karawang 4 jam&period; <em>Abort mission<&sol;em>&period; Sekitar jam 9 pagi&comma; gue dan team langsung cus berangkat menuju tempat camp satunya&comma; yang lebih ramai dikunjungi dan jauuuh lebih luas&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<h2 class&equals;"wp-block-heading">Bermain di Taman Bunga Abadi&comma; Pos Pondok Saladah<&sol;h2>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Dibanding dibawakan bunga edelweis&comma; gue lebih memilih untuk dibawa ke tempatnya tumbuh&period; Lebih romantis dan penuh perjuangan&period; Nah Pondok Saladah ini meruapakan salah satu tempat yang tepat untuk menunjukkan bunga yang disebut abadi tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Nggak heran banyak pendaki yang mau ngecamp di sini&period; Super luaaaas&comma; penuh dengan edelweis&comma; dekat dengan kawasan hutan mati&comma; dan banyak pepohonan&comma; tapi sayangnya kalau musim hujan tempat ini gampang banjir&period; Kan ga seru ya kalau tenda jadi becek&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Ohiya&comma; di awal gue bilang bahwa pendakian Gunung Papandayan ini adalah pendakian santai tanpa membawa carrier&comma; tapi mungkin orang bingung&comma; kok gue tetep bawa carrier sih&quest; Tak lain dan tak bukan&comma; untuk konten&excl; Hahaha&period; Biar kalau di foto lebih berasa mendakinya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-image size-full"><img src&equals;"https&colon;&sol;&sol;insalamina&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2022&sol;12&sol;Mendaki-Gunung-Papandayan&period;jpg" alt&equals;"vlogger di savana edelweis gunung papandayan" class&equals;"wp-image-2922"&sol;><&sol;figure>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Aslinya nggak banyak yang mau gue lakuin di sini&comma; karena sudah cukup puas dengan apa yang gue dapat selama perjalanan&period; Cuman berhubung terus-terusan dihasut sama Mas Eky untuk menikmati tempat ini jadilah gue foto-foto ke sana kemari &colon;D<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Tapi tetep nggak bisa lama-lama karena kepikiran terus perjalanan pulang Garut &&num;8211&semi; Karawang 4 jam&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<h2 class&equals;"wp-block-heading">Perjalanan Pulang Membawa Teman<&sol;h2>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-image size-full"><img src&equals;"https&colon;&sol;&sol;insalamina&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2022&sol;12&sol;Treking-Gunung-Papandayan&period;jpg" alt&equals;"trek turun setelah hutan mati" class&equals;"wp-image-2920"&sol;><&sol;figure>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Salah satu alasan ikut open trip adalah dapet teman baru&comma; siapa tau kan bisa dijadiin temen buat diajak pendakian ke Gunung lainnya&period; Walaupun jadinya private trip&comma; tapi siapa sangka gue ketemu sama Bila dan Eldi di pos 9&period; Kami sepakat untuk meneruskan perjalanan turun bersama&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Seru banget jadi ada temen ngobrol yang punya hobi sama&period; Belum juga sampai ke basecamp&comma; kita udah ngejadwalin pendakian selanjutnya&period; Memang suka mengadi-ngadi ya kawula muda ini&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Sempat hapir terpisah di pos 7 karena Eldi dan Bila teracuni oleh Mas Eky buat mengunjungi area kawah&comma; tapi kayaknya mereka lebih pingin jalan bareng kami hahahaha&period; Jadilah lanjut terus bareng ke basecamp&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Nggak terasa tiba-tiba sudah ketemu aja sama jalanan aspal&comma; pertanda sebentar lagi akan ketemu parkiran basecamp dan pendakian Gunung Papandayan akan segera usai&period; Sudah saatnya kembali ke kota dan kerja keras bagai kuda biar bisa naik Gunung Everest&excl;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Sampai jumpa di cerita selanjutnya~&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 2&period;0&period;92 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad3" id&equals;"quads-ad3" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px 0 0px 0&semi;text-align&colon;center&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-image size-full"><img src&equals;"https&colon;&sol;&sol;insalamina&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2022&sol;12&sol;Trek-Gunung-Papandayan&period;jpg" alt&equals;"jalur aspal menuju basecamp papandayan" class&equals;"wp-image-2921"&sol;><&sol;figure>&NewLine;&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 2&period;0&period;92 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad4" id&equals;"quads-ad4" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px 0 0px 0&semi;text-align&colon;center&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;&NewLine;

Exit mobile version