Menghindari Hidden Trap saat Buat SKCK Online di Bandung

Dikarenakan gue udah makin dewasa dan tuntutan manusia dewasa, gue diharuskan membuat SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian). Dulunya SKCK disebut juga dengan Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB). Jadi, begini lah cerita pengalaman gue mendapatkan SKCK online di Bandung.

Dimanapun kalian berada, kalian bisa apply skck online di web resmi polri.go.id. Kata salah satu artikel yang gue temuin sih katanya masing-masing daerah/kota punya web nya sendiri, tapi gue coba yang jabar nggak bisa-bisa. Jadi sepertinya semua sudah terintegrasi di web polri itu. Toh di sana juga kalian masih bisa mengisi daerah asal kalian dan kecamatannya.

Setelah daftar kini saatnya cetak barcode dan menuju ke kecamatan yang dituju. Usahakan kalian daftar di pagi hari sebelum jam 8. Sehingga pada hari itu juga kalian bisa langsung mengurus ke polsek/polres sesuai dengan kecamatan tempat tinggal di KTP.

Hal yang harus diperhatikan sebelum apply, pembuatan SKCK hanya bisa dilakukan di Kota tempat tinggal sesuai KTP. Lebih tepatnya di polsek kecamatan ataupun polres kota tersebut. Cari aja deh yang paling dekat.

Oke mari mulai kisah kasih gue membuat SKCK online di Bandung pada bulan April 2018.

Gue mulai daftar di sabtu pagi yang cerah, disitu ditulis gue harus menuju ke polsek batununggal di hari kerja senin-jumat jam 08.00 – 14.00. gue pikir dengan daftar online gini gue bisa sekedar ngasih berkas dan ngambil yang prosesnya ga lebih dari 5 menit. Bahkan di website nya dituliskan proses hanya 5 menit, gimana aku nggak berharap hal yang sama?

Hari senin pagi gue mulai cari di gmaps polsek batununggal, hasilnya nihil. Rekomendasi dari si gmaps adalah polsek Bandung Kidul yang ada di Jalan Batununggal. Oke lah gue langsung berangkat kesana. Ternyata gue ditolak mentah-mentah sama polisi di sana. Alasannya bikin kesel si. Bapak polisi bilang dengan ramah dan tersenyum

Dek, kamu salah tempat. Dibaca ya ini polsek Bandung Kidul, kamu harus ke Polsek Batununggal, samping BEC itu loh deket persib.

Baiq.

Gue langsung curhat dong di gmaps nggak ada, gue kan anak milineals. Ternyata Pak Polisi bilang kalau memang polsek batununggal itu baru aja ada 2 tahun lalu, mungkin belum update di gmaps. Baiq.

Langsung lah tancap gas ke polsek batununggal. Oke nggak salah lagi nih. Pembuatan SKCK berada di bangunan samping masjid, di sana sudah ada tulisan jelas pembuatan SKCK. Masuk lah ke ruangan kecil lalu disambut baik mas-mas yang tydac berseragam. Kesel aku tu bingung nyari orangnya kan kalau nggak berseragam gini.

Agak khawatir pas liat papan pengumuman di depan ruangan bahwa ada syarat untuk bawa surat pengantar dari kelurahan yang gue nggak bikin. Soalnya di web online nggak perlu ada syarat surat pengantar ini. Setelah deg-deg an, sambil nungguin berkas diperiksa mas-mas, dia tiba-tiba nanya kertas berisi barcode dari pendaftaran online.

“ini saya print dari web Pak, yang daftar online itu”

“Waduh, di sini belum bisa online Teh, nggak ada mesinnya buat scan”

“Baiq” Nggak mau dong bolak-balik, jadi gue bilang aja “Yaudah nggak jadi online deh, langsung isi form ulang lagi aja kan?”

“Iya, ini berkasnya udah semua kan ya. Emang buat apa ini Teh?”

“Buat daftar kerja Pak” Gue pikir biasalah basa-basi kan nanya mas-mas nya mau daftar kerja dimana. Secara gue males bener-bener menyebutkan nama perusahaan, gue bilang aja lah “BUMN Pak” Eh ternyata si mas-mas bilang…

“Wah kalau BUMN nggak bisa di polsek, harus di polres itu di Jalan Jawa”

Senyum tipis-tipis aja dah gue. Udah mau kering ini badan dioper-oper. Mending opor enak buat lebaran, tapi lebih suka sambel goreng ati sih di campur kentang gitu kan pake ketupat. Oke balik lagi ke topik. Setelah berkelit kelit dikit lah bilang kalau di web cuma buat daftar PNS aja yang harus ke polres, tetep aja nggak dikasih. Mas-mas nya tetap menyarankan gue buat SKCK di polres Bandung.

Daripada debat, gue langsung ke Polres Bandung di Jalan Jawa. Sesampainya di polres Bandung, gue menyodorkan berkas ke bagian loket pembuatan skck lalu berkas gue dikembalikan dan gue diharuskan mengambil resim sidik jari di bagian dalam. Sebagai citizen yang baik gue menuruti nih ke belakang lalu masuk ke bagian rekam sidik jari, udah mengantri dengan baik, lalu gue dibilangin untuk ngambil form sidik jari nya dulu di bagian fotocopy.

WAGELASEH kenapa harus bolak balik sih, kenapa ga disediain form nya di sini juga?!?! pasti harus bayar 🙁

Eh bener aja, ke bagian fotocopy tuh ya memang di tempat fotocopy an. Jadi dia yang jual form nya. Pas bilang si akang tukang fotocopy an langsung ngasuh 3 lembar form dan minta dibayar Rp 3.000. Bingung dong gue, emang butuh formnya 3 lembar banget? Gue pede aja dong bilang “Kang, selembar aja, berarti seribu ya” Yaudah langsung balik lagi ke tempat rekam sidik jari

Untungnya gue tydac tertipu, karena memang benar kalau form yang dibutuhkan hanya selembar saja. Jangan lengah ya guys. Setalah ngisi dan ngasih form gue kasih lagi ke orang yang ngurus dan dia dengan santai bilang

“Teh fotonya udah ada? 4×6?”

“iya udah”

“Background merah”

“iya merah”

“kalau foto 3×4?”

“Ha? enggak ada 3×4, kan syaratnya 4×6”

“Kalau di sini 3×4 teh 2 lembar ya, yang 4×6 buat di loket depan”

Gue cuma bisa mengangkat alis dan sedikit berkelit, kenapa nggak dibilang di web sih kalau memang dibutuhin? Aing kan cuma bawa sesuai syarat di web aja. Gue kasih aja tuh pas foto 3×4 gue dengan background warna putih. Eh ditolak, gue diminta untuk foto lagi aja di ruang sebelahnya.

Sial. Modus nih.

Maapin suudzon nih ya, abis kesel nggak ada di syarat tertulis. Dengan berat hati gue masuk tuh ruangan cetak foto, gue bilang mau cetak foto ukuran 3×4, terus dia mau fotoin gue. Untungnya gue bawa flasdisk, gue bilang kalau gue mau cetak foto aja nggak mau difoto. Dengan alasan baju gue yang kaosan aja jadi ga proper buat difoto. Padahal mah takut diperas aja.

Bapak-bapak di ruangan itu ngeyel dong maunya gue difoto langsung sedangkan gue tetep kekeuh maunya cetak foto aja. Melihat kondisi studio nya juga gue nggak yakin hasilnya oke sih. Disitu juga banyak CD yang biasa ada di studio foto, pikiran suudzon gue lagi-lagi bilang kalau nanti ditawarin dimasukin ke CD foto nya dan diperas lagi kayak akang fotocopy-an.

Akhirnya bapak-bapak ini nanya nanya ke temennya kan, terus dia minta temennya aja yang ngurusin gue. Yaudah mungkin dengan berat hati dia ngeprint-in foto gue 3×4 sebanyak 2 lembar dan dicharge Rp 10.000

Tanpa ba-bi-bu gue langsung ke tempat rekam sidik jari dan akhirnya bisa lah diproses untuk rekam sidik jari. Sebenarnya ada drama lagi nih, tapi kebanyakan curhat ntar artikel ini wkwkkw 🙁 Nggak lama sih sebenarnya buat tau resim sidik jari lalu gue ke loket pendaftaran lagi.

Disitu sudah jam 11.40 an, sudah mepet sama waktu istirahat, Untungnya masih sempet masukin berkas lalu bayar biaya pembuatan sebesar Rp 30.000. Bapak nya bilang SKCK bisa diambil sekitar jam 1-2 siang. Gue nanya kan berarti nanti nama saya dipanggil? Bapaknya cuma bilang, ini bisa ditinggal sih nanti jam 1-2 siang tinggal dateng dan nunjukkin resi lalu voila jadi deh.

Berhubung gue juga nggak ada kerjaan, yaudah gue pasrah nungguin aja di sana. Eh ternyata 10 menit kemudian nama gue dipanggil dong! Alhamdulillah nggak perlu nunggu jam 1 siang. Langsung deh gue ke fotocopy belakang agar bisa dilegalisir saat itu juga fotocopy an nya. Harus sabar juga nih, secara fotocopy an di tempat instansi polisi begini kan harganya ngalahin tukang bubur yang mau naik haji. Mahal banget! Gue fotocopy 3 lembar dan harganya Rp4.500

Baiq.

Setelah agak berlari ke loket pendaftaran untuk legalisir, ternyata waktunya udah nggak cukup. Loketnya udah tutup untuk istirahat. Yahilah nunggu deh satu jam buat legalisir. Tapi untungnya legalisir nggak pake lama sih, pas banget buka jam 1 siang langsung minta legalisir dan jadi deh.

Satu-satunya keuntungan mendaftarkan online adalah tidak perlu mengisi form yang banyak banget isiannya di polsek, sehingga akan menghemat waktu. Tapi tidak sesingkat itu juga, karena tetap banyak tetek bengek yang harus diselesaikan

Syarat Membuat SKCK Online

Syaratnya inin jndsdskds. Syarat ini khusus WNI saja ya

  • Pengambilan rumus sidik jari di kepolisian setempat
  • Fotokopi Paspor (Bagi yang ingin ke luar negeri, misal keperluan kerja atau student exchange)
  • Fotokopi KTP (atau identitas lain bagi yang belum memiliki KTP)
  • Fotokopi KK
  • Fotokopi Akte Kelahiran/Ijazah terakhir
  • Pas foto 4×6 sebanyak 6 lembar dengan background merah

Oh iya untuk pembuatan di polres Bandung tidak dibutuhkan surat pengantar dari kelurahan/kecamatan ya, syaratnya sebenarnya hanya yang disebut di atas tersebut ditambah hidden trap wkkw. Jadi kalau kalian ingin membuat SKCK online di Bandung lebih baik siapkan pas foto cadangan berbagai ukuran.

Biaya pembuatan SKCK di Bandung

Mulai April 2018, biaya pembuatan skck naik menjadi Rp 30.000 (awalnya Rp 10.000). Namun dengan berbagai hidden trap gue jadi harus membayar:

  • Rp 30.000 (biaya pembuatan SKCK)
  • Rp 4.500 (fotocopy 3 lembar)
  • Rp 1.000 (form sidik jari)
  • Rp 10.000 (2 lembar foto 3×4)

Totalnya Rp 45.500 Semoga bermanfaat ya dan untuk kalian yang ingin buat juga semoga lancar yaa pembuatan SKCK nya di manapun kalian berada. Ada pertanyaan? Silahkan ajukan di kolom komentar. Nanya dong!

One Response

  1. Nadia Luana Sandi April 23, 2018

Leave a Reply