Hunting Baju Murah di Bangkok Night Market dalam 24 jam

Bukan rahasia umum lagi kalau Bangkok menjadi salah satu penyedia baju murah yang dijual kembali di Indonesia. Sudah banyak online shop yang sukses meraup pundi-pundi dengan sistem jastip atau reseller barang-barang bangkok. Sering denger PO Bangkok kan?

Kali ini gue kembali ke Bangkok dengan satu misi menyambangi berbagai night market dan membuktikan semurah apa sih baju di Bangkok?

1. Khaosan Road (Backpacker Area)

Berangkat rabu sore dari Jakarta, ekspektasi sampai di Bangkok jam 9 malam, check-in lalu meluncur ke Backpacker Area mencoba berbagai makanan ekstreem. Khaosan Road ini juga menjadi salah satu tujuan wisata pas pertama kali nyusun itinerary ke Bangkok tahun lalu.

khaosan road night market bangkok

Nyatanya, rencana tinggalah rencana. Baru sampai ke hostel saja jam 11 malam! Proses check-in dan leyeh-leyeh butuh 20 menit an. Akhirnya gue mengurungkan niat pergi ke night market di Khaosan Road.

Besoknya gue gak mau sampai ketinggalan momen, setelah seharian dihabiskan dengan foto-foto di Wat Arun yang MasyaAllah jauuuh bener, gue berhasil menyambangi beberapa tempat jualan baju murah di Bangkok.

2. Pratunam Night Market

Awal berkunjung ke sini niatnya untuk makan siang yang udah kesorean, niat hati nyari tom yum terkenal eh malah tutup. Akhirnya nyobain restoran thailand halal yang cukup memuaskan.

baju murah di pratunam night market bangkok

Di area ini banyak banget yang jualan berbagai baju murah, mulai dari baju ala-ala thailand hingga import korea. Nggak cuma itu, banyak pernak-pernik lucu mulai dari anting, bross, jepitan ala korea, sepatu, hingga tas.

Pratunam Night Market ini seperti pasar dadakan yang baru muncul menjelang malam. Jalan aspal yang lebarnya paling 3 meter disulap menjadi pasar malam. Tempatnya ramai, jadi harus hati-hati sama copet, gue saranin untuk selalu taruh barang bawaan di depan.

Di sini range harga celana ala bangkok sekitar 50rb-150rb, sedangkan untuk yang agak formal dikit kisaran 100rb-200rb. Semua harga di sini pun negotiable.

3. Platinum Fashion Mall

Pusatnya oleh-oleh, makanan, baju –you name it. Semua serba ada deh kayaknya di Mall ini. Sayangnya, mall nya tutup jam 8 malam. Terlalu dini bagi gue yang baru saja sampai sekitar jam 6 sore.

Sepertinya banyak orang Indonesia yang setuju kalau baju murah di Bangkok berada di Platinum Fashion Mall. Selama gue keliling mall ini, gak jarang gue menemukan orang Indonesia dengan beberapa tentengan bahkan ada yg bawa dua koper besar! Wah olshop nih.

Range harga nya pun sangat beragam, mulai dari 50ribu rupiah! hingga 300rb an pun ada. Baju yang sering gue liat memang kebanyakan juga sering gue temuin di olshop indonesia dengan harga yang sedikit lebih murah. Kalau beli nya grosiran mungkin baru berasa perbedaannya ya.

Fasilitas mall ini pun sangat memadai, ada foodcourt di lantai 5 dan terdapat mushola. Di foodcourt ini akhirnya gue nyobain boba tiger sugar yang hits banget di Jakarta.

Transportasi selama di Bangkok

Pertama kali gue ke Bangkok di tahun 2018 gue ngerasa transportasi umum di Bangkok itu nggak susah. Bisa naik metro, kereta, bis umum maupun transportasi online Uber. Memang benar pengalaman sekali aja nggak bisa dijadikan acuan untuk menilai sesuatu.

Wisata ke Bangkok kemarin menyadarkan gue bahwa transportasi umum di Bangkok tidak semudah itu!

Most of the time, gue menggunakan bis umum untuk kemana-mana, tapi ternyata bus umum kalau bukan di pusat kota tuh jadwalnya hanya tuhan dan supir bus aja yang tau! Pas pulang dari Wat Arun, gue menghabiskan waktu sekitar 1 jam sendiri untuk nunggu bis. Akhirnya memutuskan untuk memesan grab car aja deh walau mahal, eh pas udah dapet driver nya, si bus malah datang juga! hadeh.

Ada yang pernah ngalamin hal serupa ga?

2 Comments

  1. Ibadah Mimpi October 1, 2019
  2. atiqah October 2, 2019

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.